detikBali

Zulhas Lantik Ahmad Yohan Jadi Ketua DPW PAN NTT 2025-2029

Terpopuler Koleksi Pilihan

Zulhas Lantik Ahmad Yohan Jadi Ketua DPW PAN NTT 2025-2029


Simon Selly - detikBali

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) melantik DPW PAN Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025-2029 di Auditorium Undana, Kupang, NTT, Jumat (15/5/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) melantik DPW PAN NTT periode 2025-2029 di Auditorium Undana, Kupang, NTT, Jumat (15/5/2026). (Foto: Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025-2029. Adapun Ketua DPW PAN NTT kini resmi dijabat oleh Ahmad Yohan.

Pelantikan pengurus DPW PAN NTT itu digelar di Auditorium Undana, Kupang, NTT, pada Jumat (15/5/2026). Ahmad Yohan dalam sambutannya mengaku bersyukur karena banyak kader yang datang meski tanpa dimobilisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insyaallah dan alhamdulillah untuk yang hadir hari ini, tidak satu rupiah pun kami keluarkan, tapi semuanya mau hadir karena kita langsung bertemu dengan Ketua Umum. Tidak ada mobilisasi," ujar Yohan.

Yohan optimistis PAN bisa bersaing dengan partai politik lainnya saat menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan datang. Ia berharap PAN bisa mengamankan dua kursi di daerah pemilihan (Dapil).

ADVERTISEMENT

"Insyaallah mitos yang mengatakan PAN tidak pernah dapat kursi Dapil NTT 2, kita buktikan bisa dapat kursi NTT 2," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan filosofi partai berlambang matahari. Menurutnya, matahari tidak pernah membedakan manusia berdasarkan suku, agama, atau partai.

"Matahari memberikan kasih sayang secara sempurna kepada apapun, kepada manusia, alam semesta, satwa. Itulah filosofi Partai Amanat Nasional. Tidak pernah membedakan siapapun. Asal dia membangun NTT, membangun Indonesia, silahkan berjuang bersama-sama," terang Zulhas.

Zulhas menjelaskan 32 sinar pada logo PAN melambangkan persatuan Indonesia dari berbagai suku, agama, dan pulau. Menurut Zulhas, PAN menekankan prinsip melayani seluruh rakyat tanpa membedakan pilihan politik.

"Gubernur boleh dari Golkar, wali kota boleh dari PSI. Tapi kalau sudah jadi gubernur, jadi wali kota, maka dia wajib melayani seluruh rakyat yang dipilih," imbuhnya.

Zulhas menuturkan PAN lahir dari semangat reformasi untuk mengoreksi dan meneruskan cita-cita Indonesia merdeka. Landasan partai, dia melanjutkan, adalah Pancasila dengan nilai utama nasionalisme dan religius.

"Program-program kebijakan kami tidak boleh ditawar, harus bela rakyat. Kami rumuskan dalam bantu rakyat," pungkasnya.




(iws/iws)










Hide Ads