Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha. Sebanyak 36 personel dikerahkan ke sejumlah titik untuk memastikan hewan kurban yang dijual warga terbebas dari penyakit berbahaya.
Kepala Distan Kota Mataram, Lalu Johari, menjelaskan timnya menyisir hingga 70 titik penjualan hewan kurban dalam sidak tersebut. Menurutnya, tim menemukan seekor sapi kurban dalam kondisi sakit mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemeriksaan ini akan berlangsung hingga H-1 Idul Adha," kata Johari saat diwawancarai seusai sidak di Mataram, Rabu (13/5/2026).
Menurut Johari, Distan Mataram ingin memastikan hewan yang dijual untuk kurban telah cukup umur, kondisi mata tidak berair, hingga kondisi kaki tidak pincang. Pemeriksaan itu bertujuan untuk mendeteksi penyakit mulut dan kaki (PMK) dan antraks pada hewan.
"Hewan yang sehat akan diberikan stiker atau tanda khusus sebagai bukti telah melewati pemeriksaan," ujar Johari.
"Selain itu, kami juga lakukan pemeriksaan organ dalam hewan, seperti hati. Ini kami lakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi cacing hati," sambungnya.
Sebagian besar pasokan hewan kurban di Kota Mataram berasal dari Lombok Timur dan Lombok Tengah. Pantauan detikBali, Distan Mataram sempat meneteskan cairan khusus pada sapi yang terkena sakit mata di Jalan Dakota, Rembiga, Kota Mataram.
Ardi, salah seorang penjaga lapak hewan kurban di kawasan itu menuturkan harga sapi kurban tahun bervariasi. Harganya berkisar antara Rp 13,5 juta hingga Rp 18,5 juta per ekor.
"Baru lima ekor sapi yang laku, rata-rata berat sapi di sini berkisar 250 kilogram," tutur Ardi.
(iws/iws)










































