Suhirman senang bukan kepalang. Sapi yang dirawat oleh peternak asal Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sapi pilihan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 1447 Hijriah. Sapi dengan bobot 952 kilogram tersebut dibeli Prabowo dengan harga Rp 80 juta. Sapi ini merupakan sapi dengan bobot terberat di Lombok Timur.
Suhirman mengaku awalnya sapi tersebut dibeli dengan harga Rp 20 juta. Ia merawatnya selama dua tahun lebih. "Dua tahun setengah saya merawatnya, dulu saya beli Rp 20 juta," terang Suhirman, Selasa (12/5/2026) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sapi milik Suhirman dibeli dengan harga Rp 80 juta. Sapi jenis simental tersebut berbobot 952 kilogram.
Suhirman mengatakan telah merawat sapi tersebut dengan sepenuh hati. Sehingga pertumbuhan dari segi berat badan meningkat secara signifikan.
Ia sangat senang sapi yang dirawatnya selama ini terpilih sebagai hewan kurban Presiden. Terlebih ketika ia dihubungi langsung oleh pihak Sekretariat Negara.
"Tentu sangat senang sapi saya dipilih oleh Pak Presiden. Saya langsung dihubungi dari Sekretariat Negara," ujar Suhirman sumringah.
Suhirman menjelaskan beberapa tahapan dilaluinya sebelum sapi miliknya dipilih oleh Presiden. Mulai dari pengiriman foto hingga pemeriksaan kesehatan sapi oleh pihak Istana.
"Ada petugas langsung yang dagang untuk mengecek dari pusat, sebelumnya juga kami diminta untuk mengirim foto," terangnya.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Zulfan Asri, menjelaskan penunjukan hewan kurban Presiden dipilih berdasarkan berat dan juga kesehatan sapi. Nantinya sapi yang terpilih diserahkan ke daerah asal sapi tersebut.
"Pihak Sekretariat Negara menghubungi langsung peternak yang memiliki bobot sapi terberat di kabupaten ini. Nantinya untuk lokasi pemotongan juga akan diserahkan di kabupaten asal sapi itu, yaitu di Masjid Pringgabaya," jelas Zulfan.
(hsa/iws)










































