detikBali

TPST Kebon Talo Mataram Mulai Dibangun Juni 2026, Anggaran Rp 97 Miliar

Terpopuler Koleksi Pilihan

TPST Kebon Talo Mataram Mulai Dibangun Juni 2026, Anggaran Rp 97 Miliar


Sui Suadnyana, Nathea Citra - detikBali

Kepala DLH Mataram, Nizar Denny Cahyadi, saat diwawancarai, Selasa (12/5/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Foto: Kepala DLH Mataram, Nizar Denny Cahyadi, saat diwawancarai, Selasa (12/5/2026). (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kecamatan Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), direncanakan dimulai pada Juni 2026. Proses administrasi dan lelang proyek direncanakan tuntas pada akhir Mei.

"Informasinya, sekarang dalam proses tender. Selesai tender sekitar 29 Mei nanti dan pembangunannya akan dimulai 9 Juni 2026," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram, Nizar Denny Cahyadi, saat diwawancarai, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, pembangunan TPST Kebon Talo diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 97 miliar. TPST ini bakal dibangun di lahan seluas sekitar 1 hektare (Ha) lebih dan bisa menampung sekitar 100-120 ton sampah per hari.

TPST Kebon Talo akan memiliki fasilitas teknologi Dry Jet yang memungkinkan sampah rumah tangga bisa diproses melalui pengeringan serta pemanasan. Sampah yang diolah akan menjadi refuse derived fuel (RDF) dan dijual ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang.

Jika TPST Kebon Talo resmi beroperasi, pembuangan sampah warga Mataram ke TPA Kebon Kongok akan berkurang drastis. Selain TPST Kebon Talo, pengolahan sampah warga Mataram juga dibantu TPST Sandubaya.

"Kalau kami konversi, 60-70 ton di TPST Kebon Talo, kemudian di TPST Sandubaya 45 ton. Berarti sudah 105-an ton," terang Nizar.

ADVERTISEMENT

"Di TPST Sandubaya itu insineratornya bisa (memproses) 20 ton karena kita punya dua. Ditambah lagi adanya tempah dedoro, itu bisa mengurangi minimal 10 ton sampah organik," ungkap Nizar.



Diketahui, total produksi sampah warga Mataram per harinya mencapai 250 ton. Pemkot Mataram bisa memangkas sekitar 100 ton sampah dari total produksi sampah harian dengan keberadaan TPST Sandubaya dan TPST Kebon Talo. "Sisanya sekitar 100 ton masih bisa kita buang ke (TPA) Kebon Kongok," jelas Nizar.




(hsa/hsa)










Hide Ads