Kondisi Pasar Seni Senggigi di Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), memprihatinkan. Sejumlah bangunan terlihat rusak dan minim dikunjungi wisatawan.
Pantauan detikBali, Selasa (12/5/2026), sejumlah bangunan di Pasar Seni Senggigi tampak kumuh bahkan rusak. Salah satu toilet umum terlihat tidak layak digunakan dan sudah tertimbun puing-puing bangunan.
Di sekitar taman juga banyak sampah plastik berserakan meski tempat pembuangan sampah telah disediakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pelaku wisata, Masud, mengeluhkan kondisi Pasar Seni Senggigi yang makin sepi. Menurutnya, jumlah pengunjung pada hari biasa bahkan tidak mencapai puluhan orang.
"Tidak terlalu banyak, kalau hitung motor yang parkir ya enggak nyampai sepuluh motor. Kalau pagi sampai siang, ya satu atau dua orang," tutur Masud, Selasa (12/5/2026).
Menurut Masud, pengunjung yang sepi berdampak langsung terhadap pendapatan para pedagang di Pasar Seni Senggigi. Di satu sisi, banyak pengunjung membawa makanan dari luar saat hendak ke pantai di kawasan tersebut.
"Lebih banyak pedagang ketimbang pengunjung sekarang. Itupun pengunjung biasanya beli dari luar makanannya, terus sampahnya ditinggalin, ujungnya kami yang disalahkan," keluh Masud.
Kondisi Pasar Seni Senggigi saat ini jauh berbeda dibanding puluhan tahun lalu saat masa kejayaan wisata di sana. "Kalau kita bicara masa kejayaannya wisata Senggigi, semua tempat wisata termasuk Pasar Seni ini ramai," ungkap Masud.
Masud menilai hilangnya pertunjukan atau atraksi seni menjadi salah satu penyebab Pasar Seni Senggigi kehilangan daya tarik wisatawan.
"Kalau ada turis ke sini, pasti dibawa guide. Kalau berharap datang sendiri, enggak bisa. Apa yang mau dilihat di sini sekarang," ujar Masud.
Masud mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) segera melakukan pembenahan. Menurutnya, lokasi pasar seni yang berdekatan dengan dermaga Kapal Cepat Senggigi seharusnya bisa dijadikan peluang untuk menghidupkan kembali kawasan wisata tersebut.
"Berbenahlah, dihidupkan kembali seperti dahulu. Ini kan dekat dermaga juga, nggak perlu jauh-jauh narik wisatawan," pinta Masud.