Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nungga, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Fadli, akhirnya buka suara soal perekrutan relawan yang dituding tak sesuai standard operating procedure (SOP) dan sarat nepotisme. Dapur makan bergizi gratis (MBG) ini sebelumnya diamuk oleh ibu-ibu.
Fadli menyampaikan seluruh proses dan tahapan seleksi para relawan SPPG Nungga yang dilakukan sudah berdasarkan kebutuhan operasional dapur, termasuk pertimbangan internal manajemen.
"Dituding nepotisme dan dinilai tak sesuai SOP dalam merekrut para relawan, kami akan melakukan evaluasi kembali," ucap Fadli kepada detikBali, Senin (11/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fadli, langkah dilakukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Baginya, program MBG hadir untuk membantu masyarakat dan membuka peluang kerja, bukan untuk menimbulkan konflik.
"Kami juga terbuka untuk melakukan klarifikasi secara transparan dan mengedepankan komunikasi yang baik bersama pihak terkait," terang Fadli.
Fadli menuturkan ada sekitar 180 orang yang mengajukan lamaran sebagai relawan SPPG Nungga. Namun, yang diterima hanya 30 orang sesuai dengan jumlah penerima manfaat (PM) pada gelombang awal.
"Kalau penerima manfaat bertambah, kami akan menambah lagi relawan. Yang jelas kami menerima relawan sesuai jumlah penerima manfaat program MBG," terang Fadli.
Fadli menyampaikan permintaan maaf jika dalam proses perekrutan terdapat hal-hal yang dianggap kurang jelas atau menimbulkan kekecewaan. Mekanisme seleksi ke depan akan diperbaiki agar lebih terbuka, tertib, dan sesuai aturan.
"Kami menghargai seluruh aspirasi dan masukan dari masyarakat terkait proses perekrutan relawan SPPG Nungga. Ini menjadi bahan untuk perbaikan kami ke depannya," ungkap Fadli.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah ibu-ibu mengamuk di dapur program MBG, Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, NTB. Mereka protes lantaran perekrutan relawan SPPG yang dinilai SOP dan sarat nepotisme.
Aksi protes ibu-ibu ini diketahui dari beberapa potongan video yang diunggah akun media sosial (medsos) Facebook @Nurul Haqiqi, Minggu (10/5/2026). Video yang diunggah memperlihatkan sejumlah ibu-ibu menyampaikan aspirasi terkait perekrutan relawan SPPG.
"Itu kejadiannya tadi sore. Kami memprotes pihak SPPG Nungga terkait perekrutan relawan atau karyawan dapur MBG yang tak sesuai SOP," ucap Nurul saat dikonfirmasi detikBali.
(iws/iws)










































