Pencarian siswa Sekolah Dasar (SD) yang tenggelam di Danau Rana Mese, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menemui hambatan serius. Tim SAR gabungan kesulitan menembus dasar danau karena terhalang tanaman lamun tebal dan suhu air yang dingin. Hingga Selasa (5/5/2026), korban Germanus Alberno Ngitung alias Greis (12) belum ditemukan.
Korban dilaporkan hilang di Danau Rana Mese, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese. Upaya pencarian terus dilakukan, namun kondisi bawah air menjadi kendala utama bagi tim penyelam.
"Banyak tanaman lamun yang membuat (penyelam) tidak bisa menyentuh dasar," ungkap Koordinator Pos SAR Labuan Bajo, Arif Rahmadan, Selasa (5/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain lamun, jarak pandang di dalam air juga sangat terbatas, hanya sekitar 1-2 meter. Suhu air yang berkisar 15-16 derajat Celcius turut menyulitkan proses penyelaman.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, mengatakan tim SAR gabungan telah mengerahkan rubber boat untuk menyisir permukaan danau. Penyelaman juga dilakukan, namun hasilnya masih nihil.
"Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian terhadap korban dengan melaksanakan penyelaman dan penyisiran di atas permukaan danau Rana Mese menggunakan rubber boat Pos SAR Manggarai Barat," kata Fathur.
Pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (6/5/2026). Sesuai ketentuan, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari dan akan dihentikan jika hingga hari ketujuh korban belum ditemukan.
Peristiwa ini bermula pada Senin (4/5/2026). Greis, warga Kampung Maras, Desa Golo Loni, bermain di Danau Rana Mese bersama sejumlah temannya menggunakan rakit.
Saat berada di tengah danau, Greis melompat dari rakit dan tenggelam. Teman korban sempat berupaya menyelamatkan dengan berenang, namun tidak berhasil.
"Temannya berupaya berenang untuk menyelamatkan korban namun kemungkinan arus bawah danau sangat deras sehingga tidak tertolong," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, Senin malam.
Greis diketahui masuk ke danau tanpa sepengetahuan petugas. Setelah kejadian, rekan korban melapor ke petugas Pos Danau Rana Mese. Petugas kemudian mendatangi lokasi, namun korban tidak ditemukan.
Danau Rana Mese merupakan salah satu destinasi wisata di Manggarai Timur, sekitar 25 kilometer dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.
Danau ini memiliki luas sekitar 5 hektare dengan kedalaman mencapai 43 meter dan berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Danau tersebut terbentuk akibat letusan Gunung Ranaka sekitar 400 tahun lalu.
Danau Rana Mese diapit oleh dua gunung tertinggi di Manggarai Timur, yakni Gunung Mandosawu (2.400 mdpl) dan Gunung Ranaka (2.140 mdpl). Kawasan ini dikenal dengan suasananya yang tenang serta dikelilingi hutan tropis yang hijau dan rimbun.
(dpw/dpw)










































