detikBali

Gubernur NTT Keluarkan Pergub Gerakan Jam Belajar, Batasi Penggunaan HP

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gubernur NTT Keluarkan Pergub Gerakan Jam Belajar, Batasi Penggunaan HP


Simon Selly - detikBali

Suasana saat upacara Hardiknas berlangsung di halaman kantor Disdikbud NTT, Sabtu (2/5/2026).
Foto: Suasana saat upacara Hardiknas berlangsung di halaman kantor Disdikbud NTT, Sabtu (2/5/2026). (Humas Pemprov NTT)
Kupang -

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat bertepatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei. Pergub itu juga membatasi penggunaan handphone oleh anak-anak.

Menurut Melki, Pergub itu memperkuat ekosistem pendidikan berbasis keluarga dengan mendorong keterlibatan aktif orang tua mendampingi proses belajar anak di rumah. Kebijakan ini dirancang agar pendidikan tidak berhenti di sekolah, tetapi berlanjut di lingkungan keluarga.

"Gerakan Jam Belajar ini mengatur agar ada partisipasi aktif orang tua dan sinergi dengan sekolah, sehingga anak-anak setelah pulang sekolah tetap memiliki waktu belajar yang berkualitas di rumah dengan pendampingan penuh kehangatan dan kasih sayang," jelas Melki saat memimpin upacara Hardiknas tingkat Provinsi NTT di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) NTT, Sabtu (2/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melki mengatakan pembatasan penggunaan gawai juga menjadi bagian penting kebijakan tersebut untuk mendorong interaksi lebih sehat antara anak dan keluarga. Dalam Pergub, Gerakan Jam Belajar dilaksanakan rutin Senin hingga Jumat di luar jam sekolah, dengan pelaksanaan disesuaikan kondisi keluarga, aktivitas orang tua, maupun kegiatan keagamaan dan budaya lokal.

ADVERTISEMENT

Program ini mencakup pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, peningkatan literasi, penyelesaian tugas sekolah, pembelajaran budaya lokal, hingga penguatan relasi keluarga lewat interaksi positif.

"Anak-anak perlu didampingi, bukan hanya diawasi. Dengan keterlibatan keluarga, kita ingin membangun kebiasaan belajar yang kuat sekaligus membentuk karakter generasi masa depan NTT," ujar politikus Partai Golkar itu.




(hsa/hsa)










Hide Ads