detikBali

Jemaah Haji NTB Dilarang Buat Konten Saat Ibadah di Makkah dan Madinah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jemaah Haji NTB Dilarang Buat Konten Saat Ibadah di Makkah dan Madinah


Sui Suadnyana, Ahmad Viqi - detikBali

Suasana pelepasan jemaah haji asal NTB di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Mataram, Jumat (1/5/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Foto: Suasana pelepasan jemaah haji asal NTB di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Mataram, Jumat (1/5/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Amin, melarang seluruh jemaah haji asal Bumi Gora membuat konten di sosial media (medsos) selama beribadah di Makkah atau Madinah, Arab Saudi.. Larangan itu disampaikan agar seluruh jemaah mendapatkan haji mabrur.

"Tentu agar jamaah-jamaah kita benar-benar secara khusyuk melaksanakan ibadah, hindari hal-hal yang kurang bermanfaat, kurang penting, terutama juga membuat konten-konten di tempat-tempat ibadah," kata Lalu Amin saat ditemui di kantornya, Jumat (1/5/2026).

Larangan membuat konten di tempat ibadah selama pelaksanaan haji, Amin berujar, juga telah dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Jika melanggar, ada sanksi tegas menanti jemaah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi tidak diperkenankan, akan mendapat sanksi yang tegas. Selain sanksi, akan dikenakan denda," tegas Amin.

ADVERTISEMENT

Selain itu, bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diminta tidak menggunakan atribut-atribut berlebihan di tempat-tempat ibadah selama ibadah haji 1447 Hijriah, seperti membawa spanduk, bendera, dan sebagainya, karena akan mengganggu jemaah lain.

Amin mengatakan seluruh jemaah juga diminta untuk tidak membawa barang bawaan berlebihan saat beribadah, baik di Ka'bah dan Madinah. Jangan sampai, tegas Amin, sebelum pelaksanaan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah akan terbebani dengan barang bawaannya dari Madinah ke Makkah.

"Jangan sampai over. Itu harus diantisipasi oleh KBIHU maupun jamaah-jamaah kita yang berada di sana," terang Amin.

Seluruh jemaah asal NTB diharapkan bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman, aman, dan mengutamakan keselamatan. Kesehatan jemaah menjadi prioritas utama selama ibadah haji di Tanah Suci.

Mantan Kepala Bidang Haji Kementerian Agama (Kemenag) NTB itu mengimbau kepada seluruh jemaah yang tiba hari pertama di Makkah untuk tidak keluyuran. Jemaah juga diminta tetap fokus ibadah selama berada di Madinah maupun Makkah al Mukaromah.

Sebelumnya, sebanyak 2.723 jemaah haji asal NTB telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Embarkasi Lombok. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari tujuh kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi.

Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok per 30 April 2026, seluruh jemaah diberangkatkan bersama 28 petugas pendamping sehingga total keseluruhan mencapai 2.750 orang. Seluruh proses keberangkatan berlangsung lancar tanpa adanya kursi kosong (open seat).



(hsa/hsa)









Hide Ads