Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram berencana mengajukan tambahan anggaran untuk biaya operasional bahan bakar minyak (BBM) kendaraan pengangkut sampah. Langkah ini diambil menyusul kenaikan harga Dexlite.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan anggaran operasional kendaraan pengangkut sampah yang tersedia saat ini hanya cukup hingga pertengahan November 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang menghitung kebutuhan selama satu tahun ini. Kemarin hitung-hitungan dengan harga yang sekarang, Dexlite (ternyata hanya bisa) sampai bulan November pertengahan baru bisa terakomodir. Jadi kemungkinan nanti di anggaran perubahan akan ditambah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Minggu (26/4/2026).
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah dan Asisten Pemerintahan terkait kebutuhan tambahan anggaran tersebut.
"Kalau harga (Dexlite) tetap berada di posisi sekarang ini, mau tidak mau kami harus tambah anggaran untuk Dexlite," sambung Nizar.
Sebelum harga Dexlite menyentuh Rp 23.600-24.659 per liter, DLH Mataram menganggarkan kebutuhan BBM sekitar Rp 10 miliar. Anggaran ini meliputi aktivitas pemangkasan pohon, penyiraman taman, RTH, hingga kendaraan persampahan.
"Kenaikannya hampir 85 persen. Sebelumnya kita anggarkan Rp 10 miliar untuk BBM secara keseluruhan. Kami telaah akan naik Rp 1,4 miliar. Jadi kenaikannya Rp 11,4 miliar, kami lihat perkembangan dulu lah, kalau memang bisa turun ya alhamdulillah. Tapi kalau (dexlite) masih stagnan harganya seperti sekarang, mau tidak mau kami harus nambah anggaran," tuturnya.
Meskipun harga Dexlite naik cukup tinggi, Nizar memastikan operasional kendaraan sampah tetap beroperasi normal. Ia menegaskan DLH Mataram tidak akan melakukan penghematan operasional pengangkutan sampah. Sebab, jika berhemat, akan terjadi penumpukan sampah di sejumlah titik pembuangan sampah.
"Ritasenya sudah jelas, pengangkutannya juga sudah jelas. Kalau kami hemat, nanti numpuk lagi sampahnya di titik-titik tertentu. Nggak bisa kami hemat di operasional seperti ini," tandasnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan harga ini berlaku sejak pekan lalu, Sabtu (18/4/2026).
Berdasarkan laman mypertamina.id, kenaikan terjadi hanya untuk BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara BBM nonsubsidi lainnya, yakni Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan harga.
Sebagai contoh di wilayah Jakarta, harga Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 19.400/liter, atau naik Rp 6.300/liter, dari harga sebelumnya Rp 13.100/liter. Kemudian disusul Dexlite Rp 23.600/liter, naik Rp 9.400/liter, dari harga sebelumnya Rp 14.200/liter. Begitu pula dengan Pertamina Dex yang kini harganya Rp 23.900/liter, naik Rp 9.400/liter dari harga sebelumnya Rp 14.500/liter.