detikBali

Warga Keluhkan Sampah dan Parkir Liar di Depan Asrama Haji Mataram

Terpopuler Koleksi Pilihan

Warga Keluhkan Sampah dan Parkir Liar di Depan Asrama Haji Mataram


Nathea Citra - detikBali

Suasana parkir liar di depan Asrama Haji, Sekarbela, Kota Mataram, Rabu (22/4/2026). Nathea Citra/detikBali
Foto: Suasana parkir liar di depan Asrama Haji, Sekarbela, Kota Mataram, Rabu (22/4/2026). Nathea Citra/detikBali
Mataram -

Warga Kota Mataram mengeluhkan kondisi area depan Asrama Haji di Jalan Lingkar Selatan, Jempong Baru, Sekarbela, yang tampak kotor. Sampah berserakan di sejumlah titik, sementara kendaraan parkir sembarangan hingga memakan badan jalan.

"Kita tahu kalau ini kegiatan antar-mengantar keluarga untuk berangkat haji, tapi masak sih nggak bisa buang sampah di bak sampah. Tadi malam kotor banget, bahkan aromanya agak kurang sedap," keluh Nila, salah seorang warga Mataram, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Keluhan serupa disampaikan Annisa. Ia mengaku melihat langsung pengendara yang membuang sampah sembarangan di jalan.

"Tadi saya lihat ada mobil yang buang begitu saja sampahnya ke jalan raya, harus ditegur sih. Dikira jalan raya ini bak sampah apa," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Menanggapi keluhan masyarakat, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Irwansyah memastikan area depan Asrama Haji akan dijaga ketat oleh petugas maupun satgas kebersihan dari DLH Mataram. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi penumpukan sampah milik pedagang maupun keluarga pengantar jemaah haji.

"Akan ada satgas dan petugas yang menjaga di jalur-jalur itu, satgas akan melakukan penyisiran di beberapa titik. Untuk hari ini saja ada sekitar 1 ton sampah (yang kita angkut) di depan Asrama Haji," katanya, Rabu.

Meski sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram resmi melarang pedagang maupun sejenisnya untuk berjualan di median jalan, pemkot menegaskan bahwa area median jalan juga tak boleh dijadikan sebagai lokasi istirahat.

"Median jalan nggak boleh dipakai untuk jualan, seharusnya ndak (dipasang tenda). Ini akan jadi atensi kami," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin memproyeksikan dalam beberapa pekan ke depan, area depan Asrama Haji akan menyebabkan kemacetan berkepanjangan. Hal itu dikarenakan banyak bus-bus besar serta kendaraan pribadi milik pengantar haji yang terparkir begitu saja di badan jalan.

"Pengantarnya banyak, apalagi di kloter Lombok Timur. Kemacetan ini kemungkinan akan berlangsung hingga beberapa pekan. Nanti kami akan turunkan tim dari Dishub," katanya.

Di tempat terpisah, Camat Sekarbela, Arief Satriawan membenarkan bahwa volume kendaraan Asrama Haji cukuplah tinggi. Mulai dari bus kendaraan jemaah, serta kendaraan pribadi pengantar jemaah.

"Kami juga temukan sampah dari pedagang dan pengunjung yang dibuang tidak pada tempatnya. Untuk penanganannya, kami turunkan 7 linmas piket, serta ada juga keterlibatan dari aparat kepolisian," katanya.



"Kami bersama DLH Mataram tadi malam sudah melaksanakan patroli kebersihan, kami sudah membagikan kantong sampah kepada pedagang," sambungnya.

Sebagai informasi, ada 809 jemaah asal Kota Mataram yang dijadwalkan berangkat menuju tanah suci di pekan ini. Dengan rincian kloter 5 terdiri dari 387 orang, dan 6 petugas, akan dijadwalkan masuk asrama pada 26 April. Disusul kloter 10 dengan 387 jemaah dan 5 petugas, serta kloter campuran 15 terdiri dari 33 orang.




(nor/nor)










Hide Ads