detikBali

Siswa Lombok Timur Diduga Keracunan MBG Bertambah, Ortu Ngomel-ngomel

Terpopuler Koleksi Pilihan

Siswa Lombok Timur Diduga Keracunan MBG Bertambah, Ortu Ngomel-ngomel


Sanusi Ardi W - detikBali

Mobil ambulans yang mengantar siswa setelah diduga keracunan MBG di Lombok Timur, NTB, Jumat (24/4/2026)
Foto: Mobil ambulans yang mengantar siswa setelah diduga keracunan MBG di Lombok Timur, NTB, Jumat (24/4/2026). (Sanusi Ardi/detikBali)
Lombok Timur -

Sejumlah wali murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yadinu Banok, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) ngomel-ngomel lantaran anaknya menjadi korban dugaan keracunan seusai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Hingga kini, pasien terus bertambah.

Pantauan detikBali, sekitar pukul 13.00 Wita, wali murid berdatangan membawa anaknya untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Pengadangan. Sampai sekarang, korban dugaan keracunan MBG bertambah menjadi 22 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maesun (46) salah seorang wali murid meluapkan kekecewaannya setelah anaknya mengeluhkan sakit perut. Ia menuturkan anaknya tiba-tiba muntah setelah beberapa saat menyantap menu MBG.

"Anak saya tiba-tiba saja muntah, kami kecewa pada MBG ini, tiba-tiba saja anak saya muntah," tutur Maesun, Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia meminta pertanggungjawaban agar menu MBG yang dibagikan dapat lebih baik. Dengan nada emosi, Maesun menyatakan setiap siswa berhak mendapatkan menu MBG berkualitas.

"Kami minta pertanggungjawaban MBG ini, jangan gara-gara kami miskin terus semaunya memberikan kami menu yang seperti ini, kami harapkan ke depannya lebih baik lagi," ujar cecar Maesun.

Ketua Satgas MBG NTB Provinsi NTB, Fathul Gani, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus tersebut. Ia memastikan kasus dugaan keracunan puluhan siswa ini akan diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

"Laporannya sudah kami terima dan sudah kami teruskan ke BGN terkait kronologi lengkap kejadian dan penanganan lebih lanjut," ucapnya.

Ia menyebut peristiwa ini termasuk kategori yang menonjol sehingga diperlukan langkah cepat. Fathul mengatakan saat ini sampel menu makanan yang diterima oleh siswa hari ini telah dibawa ke Dinas Kesehatan untuk dicek.

Dia berjanji akan menelusuri secara menyeluruh proses pengadaan menu MBG yang diterima oleh siswa. Mulai dari sumber bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan ke lokasi penerima.

"Sudah dibawa ke Dinas Kesehatan sampelnya untuk diuji terlebih dahulu, dan akan kami telusuri secara baik itu bahan baku maupun proses produksinya," ucap Fathul.




(hsa/hsa)










Hide Ads