detikBali

Diduga Curi Motor, Pria di Lombok Timur Diamuk Massa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Diduga Curi Motor, Pria di Lombok Timur Diamuk Massa


Sui Suadnyana, Sanusi Ardi W - detikBali

Polisi melakukan pengamanan terduga pencuri motor di Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, NTB, Selasa (22/4/2026). (Dok. warga setempat, Lalu Supriadi)
Foto: Polisi melakukan pengamanan terduga pencuri motor di Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, NTB, Selasa (22/4/2026). (Dok. warga setempat, Lalu Supriadi)
Lombok Timur -

Pria inisial M (35) diamuk massa karena diduga mencuri motor di Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (22/4/2026) malam. Polisi kesulitan mengamankan pelaku karena dihalangi warga.

Peristiwa bermula ketika M diduga hendak mengambil motor milik salah satu warga yang terparkir di halaman rumah. Upaya pencurian itu kemudian diketahui pemilik kendaraan yang langsung berteriak meminta pertolongan.

"Kejadiannya sekitar pukul 21.00, korban langsung berteriak meminta tolong," kata Adhi, warga setempat, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teriakan pemilik kendaraan memancing perhatian warga sekitar yang kemudian ikut mengejar pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap. Warga yang marah langsung menghakimi pelaku hingga mengalami luka lebam di bagian wajah.

ADVERTISEMENT

"Motor pelaku juga dirusak dan langsung dibakar oleh warga" terang Adhi.

Polisi kemudian berupaya mengevakuasi terduga pelaku dari amukan massa. Proses evakuasi sempat mendapat perlawanan dari warga dan melempari petugas dengan batu.

"Banyak polisi yang datang untuk mengamankan, sempat ricuh karena ada lemparan batu juga," kata Lalu Supriadi, warga lain.

Supriadi menambahkan, terduga pelaku sempat diamankan di salah satu rumah warga untuk menghindari amukan massa. Kejadian tersebut juga sempat menyebabkan arus lalu lintas macet.

"Tadi malam juga macet karena lokasinya di pinggir jalan raya. Dia (terduga pelaku) dimasukkan ke dalam rumah untuk menghindari amukan warga," terang Supriadi.




(dpw/dpw)










Hide Ads