Universitas Nusa Cendana (Undana) menerapkan penyesuaian pola kerja dan kegiatan akademik dengan memberlakukan sistem work from home (WFH) serta pembelajaran daring setiap Jumat.
Rektor Undana, Jefri Bale, mengatakan kebijakan tersebut mulai berlaku efektif sejak 13 April 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait efisiensi dan efektivitas kinerja di lingkungan perguruan tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan produktivitas dengan efisiensi sumber daya, tanpa mengurangi kualitas layanan administrasi maupun capaian pembelajaran akademik," ujar Jefri Bale melalui sambungan telepon, Kamis (16/4/2026).
Selain penyesuaian pola kerja, Undana juga memperketat kebijakan efisiensi energi. Salah satunya dengan membatasi penggunaan pendingin ruangan (AC) pada suhu minimal 25 derajat Celsius serta mendorong penghematan listrik secara menyeluruh.
4 Hari Kantor, 1 Hari Rumah
Jefri menjelaskan, pola kerja baru menerapkan kombinasi empat hari bekerja dari kantor work from office (WFO) dan satu hari dari rumah.
"Seluruh dosen dan tenaga kependidikan di Undana wajib WFO Senin hingga Kamis dengan kehadiran 100 persen. Hari Jumat ditetapkan sebagai jadwal WFH bagi seluruh pegawai," jelasnya.
Selama WFH, kata Jefri, pegawai wajib siaga dan memastikan gawai selalu aktif. Tenaga kependidikan juga wajib mengikuti rapat koordinasi virtual setiap Jumat pukul 08.00 Wita dan 16.30 Wita.
"Presensi tetap dilakukan secara ketat melalui aplikasi SIADIKNONA," katanya.
Digitalisasi Layanan dan Perkuliahan
Menurut dia, untuk kegiatan akademik pada hari Jumat dialihkan ke sistem daring. Para dosen diinstruksikan memanfaatkan fasilitas Edlink (SIADIKNONA) untuk memastikan kebutuhan pembelajaran mahasiswa tetap terpenuhi.
"Namun, kegiatan yang mutlak memerlukan kehadiran fisik tetap dikecualikan. Seperti praktikum, kegiatan laboratorium, studio, klinik, bengkel kerja, praktik lapangan, hingga sidang tugas akhir skripsi, tesis, dan disertasi," terangnya.
Untuk pimpinan fakultas juga didorong untuk mengoptimalkan platform digital untuk layanan bimbingan dan administrasi mahasiswa guna mengurangi mobilitas di kampus.
(nor/nor)










































