detikBali

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, 8 Desa Waspada Lahar Hujan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, 8 Desa Waspada Lahar Hujan


Yurgo Purab - detikBali

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus lagi pagi ini, Rabu (15/04/2026). (PVMBG)
Foto: Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus lagi pagi ini, Rabu (15/04/2026). (PVMBG)
Flores Timur -

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus lagi pagi ini, Rabu (15/04/2026), pukul 06.21 Wita.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, M. Nurjansyah Dwi Laksono, menyebutkan gunung berstatus Level II (Waspada) itu mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut (mdpl).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 9,6 milimeter (mm), durasi kurang lebih 2 menit 14 detik," kata Nurjansyah dalam keterangan resmi yang diterima detikBali pagi ini.

Ia mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki serta pengunjung atau wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

ADVERTISEMENT

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Nurjansyah juga mengingatkan warga yang terdampak hujan abu agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi di Bandung.

"Untuk informasi lebih jelas dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau menghubungi PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM," pungkasnya.




(nor/nor)










Hide Ads