detikBali

Wabup Lombok Barat Ogah Komentari OTT Bupati LAZ

Terpopuler Koleksi Pilihan

Wabup Lombok Barat Ogah Komentari OTT Bupati LAZ


M. Zahiruddin - detikBali

Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, Selasa (21/7/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)
Foto: Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, Selasa (21/7/2026). (Foto : M. Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, memilih tidak berkomentar terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ).

Adha mengaku belum dapat menyampaikan tanggapan atas situasi yang tengah terjadi. Ia hanya berharap seluruh pihak mendoakan agar kondisi di Lombok Barat tetap berjalan dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan situasi ini, mohon maaf saya belum bisa menanggapi apapun. Tapi Insyaallah mudah-mudahan kita berdoa yang baik-baik saja. Maaf ya," kata Adha, Selasa (21/7/2026).

Meski enggan berkomentar soal OTT tersebut, Adha memastikan telah berkoordinasi dengan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, Ahmad Saikhu, terkait jalannya pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, sejumlah hal teknis terkait roda pemerintahan telah dibahas dalam rapat bersama Sekda. Karena itu, ia meminta awak media mengonfirmasi perkembangan lebih lanjut kepada Ahmad Saikhu.

"Tadi saya sudah rapat dengan Pak Sekda, nanti Pak Sekda tempat bertanya. Di Pak Sekda saja," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel dua ruang kerja pejabat utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, Senin (20/7/2026) pagi. Ruang kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lalu Ratnawo dipasangi pita bertuliskan 'Dilarang melewati garis batas'.

KPK juga telah menetapkan tersangka dalam kasus OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Meski demikian, KPK belum mengungkap identitas tersangka maupun konstruksi perkara yang sedang disidik.

"Terkait kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Lombok Barat, malam tadi sudah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (21/7/2026) dilansir detikNews.

Menurut Budi, KPK akan menyampaikan secara resmi identitas para tersangka beserta kronologi perkara dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Sementara itu, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pihak yang diamankan.

"Adapun para pihak yang saat ini masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK sejumlah tujuh orang yang dibawa dari Lombok, yakni Bupati bersama Dirut PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat, Kepala Dinas PUPRPKP, satu orang pihak swasta, serta tiga orang selaku adc dan driver Bupati," jelas Budi.

"Selain tujuh orang tersebut, tim juga mengamankan satu orang pihak swasta di wilayah Jakarta pada Senin (20/7/2026), yang saat ini juga masih menjalani pemeriksaan," lanjutnya.



(nor/nor)









Hide Ads