IRT di Bima Dipolisikan gegara Kritik Menu MBG untuk Ibu Hamil

Sui Suadnyana, Rafiin - detikBali
Minggu, 12 Apr 2026 18:05 WIB
Foto: SPPG Oi Tui, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, NTB. (Istimewa)
Bima -

Emilia (35), seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan ke polisi oleh mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Emilia dipolisikan hanya karena menyoroti menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dibagikan malam hari.

"Iya benar. Dilaporkan beberapa hari yang lalu," kata Emilia dikonfirmasi detikBali, Minggu (11/4/2026).

Emilia mengungkapkan dirinya dilaporkan ke Polres Bima Kota oleh mitra SPPG Oi Tui, Kecamatan Wera. Ia menduga pelaporan itu erat kaitannya dengan video sorotan dan kritikannya terhadap menu MBG yang diunggah ke media sosial (medsos) Facebook beberapa waktu lalu.

Melalui akun Facebook-nya @Arif Emilia, Emilia menyoroti menu MBG dibagikan SPPG Oi Tui yang diduga tidak layak dikonsumsi, terutama oleh ibu hamil. Musababnya, porsi dan menunya cuma nasi putih, timun, dan lauk (ayam).

"Selain itu, saya soroti menu MBG ini diambil sendiri penerima manfaat dan harus membawa kantong kresek sendiri dari rumah. Serta dibagikan pada malam hari," terang Emilia.

Setelah ramai video itu dikomentari dan dibagikan, Emilia langsung menerima surat panggilan dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bima Kota. Emilia, melalui surat itu, diminta menghadap penyidik untuk memberikan keterangan, Senin (12/4/2026).

"Sesuai surat panggilan yang diterima. Besok saya harus hadir ke Polres Bima Kota untuk memberikan keterangan," ujar Emilia.

Emilia menegaskan ia bukan tak mensyukuri MBG yang dibagikan itu. Meski demikian, bukan berarti ia tak boleh mengkritik dan menyoroti, mengingat program MBG bersumber dari uang pajak rakyat, termasuk dirinya.

"Itu bukan uang pribadi pemilik dapur MBG, masa kami dilarang mengkritik jika menunya tak bergizi dan tak sesuai ketentuan," tegas Emilia.



Simak Video "Video IDAI ke BGN: Kebijakan Susu Formula Massal di MBG Berisiko"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork