Mobil wisatawan terperosok di jembatan kayu saat hendak menuju Pantai Cemare, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat segera memperbaiki jembatan kayu itu karena kondisinya sudah memprihatinkan sejak lama.
Kepala Dusun (Kadus) Cemare, Munawir, mengungkapkan ban depan mobil Daihatsu Gran Max itu terperosok di sela-sela jembatan kayu yang patah pada Minggu (5/7). Munawir mengatakan kecelakaan tersebut terjadi akibat papan kayu jembatan yang sudah lapuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kayu-kayu itu sudah lama lapuk dan terbentur dengan lalu lalang mobil," ujar Munawir, Senin (6/7/2026).
Menurut Munawir, kerusakan jembatan mengganggu akses masyarakat dan wisatawan yang hendak menuju Pantai Cemare. Meski demikian, mereka belum berani menutup akses tersebut karena khawatir berdampak pada kunjungan wisata. Terlebih, saat ini memasuki musim libur sekolah.
"Kalau kami batasi wisatawan, kami salah juga. Jangankan hal-hal begini kami setop. Itu akan jadi bumerang untuk daerah wisata juga," tutur Munawir.
Sebagai langkah darurat, warga berinisiatif memperbaiki jembatan secara swadaya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Munawir menuturkan warga bergotong royong menyumbangkan kayu maupun uang, sementara pemerintah desa akan membantu ongkos tukang.
"Sekarang antisipasi kami, ya kerjakan saja sambil jalan," jelasnya.
Munawir menyayangkan belum adanya pembangunan jembatan permanen oleh Pemkab Lombok Barat. Menurutnya, pembangunan jembatan permanen perlu dilakukan segera agar akses menuju Pantai Cemare tetap aman dilalui.
"Sebenarnya pejabat-pejabat itu dia tahu (kondisi jembatan), tapi apa sebab mereka tidak mau bergerak itu? Semua sudah tahu dewan-dewan ini juga. Kami juga bingung," sesal Munawir.
"Kalau tidak ada anggaran untuk pembangunan jembatan, paling tidak perawatan atau perbaikan jembatan lah," pungkasnya.
(iws/iws)