Sebanyak 106 gempa susulan terjadi di Kabupaten Flores Timur, NTT setelah gempa dengan kekuatan M 4,7 melanda pada Rabu malam (8/4/2026). Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan penyebab banyaknya terjadi gempa susulan tersebut.
Gempa bumi, Arief melanjutkan, adalah akumulasi energi yang terkumpul, yang kemudian terlepas. Energi yang terlepas tersebut merambat berupa getaran dari bawah permukaan bumi sampai ke permukaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin besar energi yang terkumpul-terlepas dan juga jarak tempuh yang terbilang dekat menimbulkan dampak kerusakan yang besar," beber Arief Tyastama saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu (11/4/2026).
Arief menjelaskan, jarak titik lokasi kejadian gempa tidak terlalu jauh sehingga dapat dirasakan oleh warga. "Kita lihat secara jarak tittik koordinat kejadian gempa ke lokasi terdampak tidak terlalu jauh. Jadi inilah yang merupakan salah satu faktor penyebab gempa sering dirasakan masyarakat," imbuhnya.
Arief menyebut gempa susulan merupakan proses alamiah yang biasa terjadi setelah gempa utama. "Aktivitas tersebut merupakan bagian dari pelepasan energi di dalam bumi hingga energinya berangsur-angsur habis. Secara alamiah setelah gempa utama memang akan terjadi gempa susulan," pungkasnya.
Untuk diketahui, gempa dangkal dengan magnitudo (M) 4,7 yang mengguncang Flores Timur, pada Rabu malam telah merusak 257 rumah. Sebanyak 1.313 warga dari delapan desa di dua kecamatan harus mengungsi. Sebanyak 18 orang terluka akibat bencana tersebut.
(hsa/hsa)










































