Gempa dangkal dengan magnitudo (M) 4,7 yang mengguncang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (8/4/2026) malam telah merusak 257 rumah. Sebanyak 1.313 warga dari delapan desa di dua kecamatan harus mengungsi. Sebanyak 18 orang terluka akibat bencana tersebut. Hingga sekarang, gempa susulan masih terus terjadi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Ita Tukan, memerinci, korban gempa terbanyak berasal dari Desa Terong sebanyak 621 orang. Kemudian, Desa Lamahala Jaya (544 orang), Waiwerang Kota (18), Karing Lamalouk (4), Dawa Ta'a (31), Ipi Ebang (8), Motong Wutun (55), dan Watobuku (32).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ita mengatakan seribu lebih warga yang mengungsi itu membutuhkan sejumlah keperluan dasar, seperti air bersih dan bahan pokok makanan (sembako).
"Warga membutuhkan sembako, air bersih, perlengkapan mandi dan cuci, terpal, perlengkapan bayi balita, kursi roda, kasur lipat dan diapers dewasa," imbuhnya.
Ita mengungkapkan BPBD Flores Timur telah menyalurkan 200 kasur lipat, 200 tikar atau matras, 400 selimut, enam terpal, 200 karung beras, hiegen kit (perlengkapan dasar kebersihan) 200 pcs, dua tenda pengungsian, 12 tenda keluarga 12 unit, dan empat senter.
Sementara itu, Camat Solor Timur, Moh Natsir Hasan mengatakan gempa susulan terus terjadi hampir 10 menit sekali. "Perkembangan sementara bahwa sejak dari Maghrib sampai dengan saat ini gempa masih sering terjadi hampir setiap 10 menit terjadi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan rumah rusak akibat gempa bumi M 4,7 yang terjadi di Kabupaten Flores Timur sejak Rabu malam hingga Kamis pagi (9/4/2026). Getaran keras juga terasa di wilayah-wilayah sekitarnya. Dampak gempa cukup besar lantaran pusat gempa berada di darat, sekitar 19 kilometer di timur/tenggara Larantuka. Gempa dengan kedalaman sangat dangkal, 3 sampai 5 kilometer (km) ini dipicu sesar aktif.
(hsa/hsa)










































