Pelajar yang hanyut di aliran sungai Air Terjun Temburun Nanas, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban bernama Heri Saputra (16) asal Praya Tengah, Lombok Tengah.
"Korban ditemukan mengapung di hulu Bendungan Meninting," ucap Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban pertama kali ditemukan warga Kamis (9/4/2026) pagi. Warga melihat ada tubuh manusia mengapung dalam posisi tengkurap di aliran sungai.
"Begitu menerima informasi dari warga, tim langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan perahu karet," ungkapnya.
Jenazah korban kemudian dibawa menuju dermaga Bendungan Meninting. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Pihak keluarga membenarkan jenazah yang ditemukan itu mengapung itu ialah Heri Saputra.
"Keluarga korban telah memastikan identitas dan menerima kejadian ini sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi," sebutnya.
Sebelumnya, Heri Saputra dikabarkan hanyut di sungai Air Terjun Temburun Nanas pada Senin (6/4/2026). Korban datang ke Air Terjun Temburun Nanas itu bersama temannya, Lalu Dika Ardian (17).
Saat itu, keduanya sedang berada di kawasan pemandian air terjun sebelum insiden terjadi. Arus sungai tiba-tiba meningkat dan menyeret korban. Sementara, Lalu Dika Ardian berhasil selamat dari kejadian tersebut.
(nor/nor)










































