Siswa SMP 3 Satu Atap (Satap) Lambitu Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengikuti ujian tes kemampuan akademik (TKA) di kebun jagung. Musababnya tidak ada aliran listrik serta jaringan internet di sekolah.
"Hari pertama pelaksanaan TKA, siswa ujian di luar ruang kelas," kata guru SMP 3 Satap Lambitu, Mutmainah kepada detikBali, Senin (6/4/2026).
Mutmainah mengungkapkan ada delapan siswa yang mengikuti ujian TKA di SMP 3 Satap Lambitu. Pelaksanaan ujian berlangsung di saung kebun jagung sekaligus tempat penjemuran jagung warga di Desa Kaboro, Kecamatan Lambitu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasinya tak jauh dari sekolah," aku dia.
Menurut Mutmainah, penyebab siswa mengikuti ujian TKA di luar area sekolah lantaran tidak ada aliran listrik di sekolah. Kondisi tersebut juga mengakibatkan tidak ada jaringan internet.
"Tidak ada aliran listrik. Jaringan internet juga tak ada," jelasnya.
Guru SMP 3 Satap Lambitu lainnya, Andy Faisal berharap Pemerintah segera mencarikan solusinya sehingga tak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Terutama dalam proses pembelajaran secara online.
"Siswa seringkali mengeluhkan kondisi tak ada jaringan dan jaringan internet ini. Kami harapkan segera diperbaiki oleh pemerintah," katanya.
Menurut dia, SMP 3 Satap Lambitu terletak di Desa Kaboro. Desa tersebut salah satu desa terpencil di Kecamatan Kabupaten Bima. Selain siswa dan guru, warga umum juga kesulitan mengakses internet karena tidak ada jaringan.
"Tidak ada jaringan internet karena desa terpencil," tandasnya.
(hsa/hsa)










































