Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur mengindikasikan ada penimbunan liquid petroleum gas (LPG) ukuran 3 kilogram (kg) sehingga terjadi kelangkaan. DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur untuk membentuk satuan tugas dalam melakukan pengawasan.
Hasan mengatakan Pertamina dan pemerintah mengklaim stok LPG 3 kg aman. Namun, kenyataannya di lapangan, masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkan gas melon itu.
"Artinya kalau dia aman stok, tetapi kan di bawah dia agak kacau. Kalau ada nanti isu-isu kelangkaan, pasti masyarakat juga akan melakukan penimbunan," kata Rahman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari alasan itulah Rahman terus mendesak Pemkab Lombok Timur untuk membentuk satuan tugas (satgas). Menurut Rahman, satgas ini nantinya melakukan pengawasan di lapangan.
*Setelah kami menerima hearing adik-adik mahasiswa hari ini, kami menyarankan pemkab untuk membentuk satgas, dari unsur OPD terkait, APH, dan juga dari Pertamina. Kita butuhkan satgas ini untuk melakukan tindakan indikasi penimbunan," ujar Rahman.
Rahman juga meminta Pertamina untuk menyampaikan data jumlah pangkalan dan juga pengecer LPG. Menurut Rahman, data tersebut akan mempermudah satgas dalam melakukan pengawasan maupun penindakan.
"Kami minta data-data itu juga ditampilkan, baik itu jumlah pangkalan dan di mana pangkalan-pangkalan itu, termasuk juga nama pengecer, sehingga nanti dengan adanya data-data semua itu, maka kita bisa melakukan pengawasan dengan mudah," ucap Rahman.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Juaini Taofik, Pertamina akan menambah jumlah pasokan gas LPG 3 kg sebanyak 24.440 tong. Ia memastikan penambahan kuota tersebut akan disalurkan pada hari ini.
"Mulai nanti sore akan ada penebalan kuota yang normalnya kita ini 35 ribu lebih. Alhamdulillah dalam minggu ini ada tambahan Pertamina sebanyak 24.440 tong," beber Juaini.
Ada empat kecamatan yang akan menjadi prioritas penyaluran tersebut, yakni Pringgasela, Lenek, Aikmel, dan Wanasaba. Empat Kecamatan tersebut menjadi prioritas dikarenakan sempat ada antrian pembelian.
"Itu yang kita prioritaskan, misalnya kemarin ada informasi di Desa Aikmel Utara ada yang antre, kita selesaikan yang prioritas dahulu karena besok juga ada tambahan lagi. Nah, besok mungkin kita ratakan di pangkalan di semua kecamatan," imbuh Juaini.
(hsa/hsa)










































