Gas LPG Langka, Warga Lombok Timur Minta Bupati Turun Lapangan

Sanusi Ardi - detikBali
Rabu, 01 Apr 2026 09:48 WIB
Pengangkutan gas LPG 3 Kilogram di Lombok Timur, NTB, Selasa (31/3/2026). (Foto: Sanusi Ardi/detikBali)
Lombok Timur -

Warga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengeluh karena gas LPG 3 kg langka. Mereka meminta Bupati Haerul Warisin turun lapangan untuk mengecek kondisi secara langsung.

Salah seorang warga, Marniati (37), mengaku kesulitan menemukan gas LPG. Ia telah berusaha keliling untuk membeli gas, namun tak kunjung membuahkan hasil.

"Saya keliling hingga ke luar kecamatan, panas-panasan untuk mencari gas, tapi tetap saja tidak dapat," ucap Marniati, Selasa (31/3/2026).

Hal tersebut tentu menjadikan kendala aktivitas memasak ibu rumah tangga seperti Marniati. Ia mengaku untuk sementara numpang masak di rumah tetangga, sembari berusaha mencari di tempat lain.

"Kalau masak nasi kan masih bisa pakai rice cooker, tapi untuk masak lauk nggak bisa. Harus pakai gas. Makanya tadi sempat numpang di rumah tetangga untuk masak untuk lauknya," ungkapnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan para pengecer nakal yang menaikan harga diatas harga eceran tertinggi (HET). Dari informasi yang dihimpun, para pengecer menjual Rp 22.000 hingga Rp 30.000 per tabung, dari harga yang seharusnya yakni Rp. 18.000 per tabung.

"Bupati tidak jelas, katanya tidak ada kelangkaan dan harganya juga tidak sesuai HET. Coba turun cek langsung ke lapangan jangan memantau dan terima laporan saja," cetus warga lainya, Rusdianto (45).

Pantauan detikBali, sejumlah pangkalan gas LPG yang berada di pinggir jalan raya masih sepi, hanya terlihat gas kosong tersusun rapi.



Simak Video "Video: Teruntuk Emak-emak, Ada Pesan Nih dari Pak Bahlil"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork