PT Pertamina Patra Niaga merespons keluhan masyarakat terkait dugaan kelangkaan liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keluhan tersebut mencuat pada Selasa (31/3/2026).
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan stok gas LPG 3 kg di Lombok Timur dipastikan aman. Informasi masyarakat Lombok Timur yang diduga kesulitan mendapatkan LPG 3 kg itu terjadi imbas banyaknya pengecer nakal yang menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ada yang menjual di atas HET berkisar Rp 22 ribu hingga Rp 30 ribu per tabung. Nah kami sudah melakukan pengecekan lapangan mulai dari stok hingga distribusi," kata Ahad dihubungi detikBali, Jumat (3/4/2026)
Ahad mengatakan pengecekan telah dilakukan bersama Pemerintah Lombok Timur guna memastikan penyaluran gas LPG 3 kg berjalan normal dan lancar dari level Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) hingga pangkalan di Lombok Timur.
"Kami juga berencana akan extra dropping sebanyak 17.000 tabung kepada masyarakat Lombok Timur mencapai 50 persen dari penyaluran reguler," terang Ahad.
Pada Kamis (2/4/2026), Pertamina Patra Niaga telah melaksanakan sidak gabungan bersama pemerintah dan aparat kepolisian sebagai tindaklanjut keluhan masyarakat Lombok Timur. Pengecekan dilakukan untuk memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami telah meminta agen agar dapat melaksanakan prioritas pengiriman kepada pangkalan dengan indikasi serapan tertinggi," katanya.
Kemudian, Ahad berujar, di level pangkalan untuk dapat memprioritaskan penjualan kepada konsumen langsung dengan harga sesuai HET. Dia menegaskan seluruh agen dan pangkalan harus menyalurkan gas bersubsidi tepat sasaran.
"Jika tidak dipatuhi pihak agen/pangkalan resmi Pertamina, maka akan diberikan sanksi berupa stop alokasi sampai dengan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU)," tegasnya.
Pastikan Stok Aman Saat Long Weekend
Selain itu, Pertamina Patra Niaga memastikan stok gas LPG 3 kg saat libur panjang selama perayaan Jumat Agung, Malam Paskah, hingga puncak momen pada perayaan sukacita Minggu Paskah. Selain LPG, stok BBM dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan.
"Pertamina juga tetap standby di lokasi untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG berjalan lancar," katanya.
Ahad mengaku, momen libur panjang biasanya ada lonjakan permintaan gas LPG 3 kg di NTB. Meski begitu, pihaknya telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler.
"Untuk layanan BBM, kami akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek quantity and quality BBM," terang Ahad.
Selama ini, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan penyaluran LPG 3 kg secara fakultatif hingga 49 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 73.620 tabung untuk seluruh wilayah NTB. Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang pekan ini, sehingga masyarakat dapat menikmati long weekend.
Dia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG," tutup Ahad.
Sebelumnya, Warga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengeluh karena gas LPG 3 kg langka. Mereka meminta Bupati Haerul Warisin turun lapangan untuk mengecek kondisi secara langsung.
Salah seorang warga, Marniati (37), mengaku kesulitan menemukan gas LPG. Ia telah berusaha keliling untuk membeli gas, namun tak kunjung membuahkan hasil.
"Saya keliling hingga ke luar kecamatan, panas-panasan untuk mencari gas, tapi tetap saja tidak dapat," ucap Marniati, Selasa (31/3/2026).
Hal tersebut tentu menjadikan kendala aktivitas memasak ibu rumah tangga seperti Marniati. Ia mengaku untuk sementara numpang masak di rumah tetangga, sembari berusaha mencari di tempat lain.
Sebelumnya, warga Lombok Timur mengeluh karena gas LPG 3 kg langka. Mereka meminta Bupati Haerul Warisin turun lapangan untuk mengecek kondisi secara langsung.
Salah seorang warga, Marniati (37), mengaku kesulitan menemukan gas LPG. Ia telah berusaha keliling untuk membeli gas, namun tak kunjung membuahkan hasil.
"Saya keliling hingga ke luar kecamatan, panas-panasan untuk mencari gas, tapi tetap saja tidak dapat," ucap Marniati, Selasa (31/3/2026).
Hal tersebut tentu menjadikan kendala aktivitas memasak ibu rumah tangga seperti Marniati. Ia mengaku untuk sementara numpang masak di rumah tetangga, sembari berusaha mencari di tempat lain.
"Kalau masak nasi kan masih bisa pakai rice cooker, tapi untuk masak lauk nggak bisa. Harus pakai gas. Makanya tadi sempat numpang di rumah tetangga untuk masak untuk lauknya," ungkapnya.
Kondisi tersebut diperparah dengan keberadaan para pengecer nakal yang menaikan harga diatas harga eceran tertinggi (HET). Dari informasi yang dihimpun, para pengecer menjual Rp 22.000 hingga Rp 30.000 per tabung, dari harga yang seharusnya yakni Rp. 18.000 per tabung.
"Bupati tidak jelas, katanya tidak ada kelangkaan dan harganya juga tidak sesuai HET. Coba turun cek langsung ke lapangan jangan memantau dan terima laporan saja," cetus warga lainya, Rusdianto (45).
(nor/nor)










































