Warga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap ramai-ramai menyerbu Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) meski pemerintah tak jadi melakukan penyesuaian atau menaikan harga bahan bahan minyak (BBM). Kondisi tersebut hingga memicu antrean panjang kendaraan.
Warga mengantre untuk membeli BBM seperti terpantau di SPBU Taman Ria, Kota Bima, pada Selasa (31/3/2026) malam. Rata-rata warga mengaku datang membeli BBM lantaran khawatir harga BBM naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isi full dulu," ucap Daulain (35), pengedara sepeda motor, kepada detikBali.
Hal yang sama juga diutarakan Kaharuddin. Ia memilih membeli Pertalite Selasa malam lantaran harganya diisukan akan dinaikkan oleh pemerintah mulai 1 April 2026.
"Dengar informasi harganya (BBM) naik, makanya isi full dulu malam ini," katanya.
Ia mengaku tidak hanya di SPBU Taman Ria yang banyak diserbu warga untuk membeli BBM, tapi hampir semua SPBU di Kota Bima juga mengalami hal serupa, seperti di SPBU Penatoi dan Amahami.
"Tadi sore saya lihat ada antrian panjang di SPBU Penatoi. Malam ini termasuk di SPBU Amahami," ujarnya.
Dilansir detikNews, pemerintah buka suara soal kabar rencana kenaikan harga BBM. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menepis kabar tersebut.
Prasetyo mengatakan pemerintah bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina telah melakukan pembahasan menyusul adanya isu tersebut. Keputusan diambil atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden, Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
"Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," lanjutnya.
Prasetyo mengimbau masyarakat tidak terpengaruh oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Dia menjamin pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga demi melindungi daya beli masyarakat.
"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik," ujarnya.
Dia mengatakan ketersediaan BBM juga aman. Dia meminta masyarakat tidak khawatir.
"Tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian," ujarnya.
"Demikian yang dapat kami sampaikan. Sekali lagi selamat beraktivitas pada seluruh masyarakat Indonesia," lanjut Prasetyo.
(nor/nor)










































