BGN Setop Operasional SPPG yang Polisikan Warga Lombok Tengah

Edi Suryansyah - detikBali
Selasa, 31 Mar 2026 18:48 WIB
Ilustrasi MBG. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva)
Lombok Tengah -

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tindakan itu dilakukan setelah BGN mendapatkan informasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh SPPG tersebut berisi ulat.

Kepala Regional BGN NTB, Eko Prasetyo, mengatakan surat suspensi tersebut telah dikeluarkan per tanggal 10 Maret 2026. Ia menyebut kebijakan itu diambil berdasarkan hasil verifikasi dan investigasi di lapangan.

"Iya (operasional disetop). Jadi, setiap kejadian yang dilaporkan oleh masyarakat itu kami langsung suspen. (Tapi) yang menentukan pimpinan," kata Eko via telepon kepada detikBali, Selasa (31/3/2026).

Diketahui, dapur MBG tersebut merupakan milik seorang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bernama Alman Putra. Alman sendiri sebelumnya melaporkan dua warga Lombok Tengah yang mengunggah video menu MBG berisi ulat melalui media sosial. Laporan yang dilayangkan ke Polres Lombok Tengah itu terkait dugaan pencemaran nama baik.

Menurut Eko, pihaknya sebagai perwakilan BGN di daerah hanya berkapasitas meneruskan laporan warga terkait program MBG. Ia menegaskan penutupan dapur MBG merupakan kewenangan pimpinan BGN.

Berdasarkan temuan tim di lapangan, dia berujar, roti menu MBG yang disalurkan oleh SPPG Desa Ketara memang berisi ulat. Eko menyebut hal itu juga banyak divideokan warga hingga viral di media sosial.

"Ya, waktu itu ada belatung, ada videonya juga," imbuh Eko.



Simak Video "Video: MBG Libur Selama Periode Lebaran, Bisa Hemat Anggaran Capai Rp 5 T"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork