detikBali

Penampakan Venue MTQ NTB Rp 22 Miliar di Lombok Tengah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penampakan Venue MTQ NTB Rp 22 Miliar di Lombok Tengah


Edi Suryansyah - detikBali

Penampakan Gedung Venue MTQ di sebelah kantor bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penampakan Gedung Venue MTQ di sebelah kantor bupati Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Bencingah Masmirah atau venue Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di samping timur Kantor Bupati Lombok Tengah telah tuntas dikerjakan. Sekilas, bangunan tersebut tampak megah dan mewah.

Pantauan detikBali, Bencingah Masmirah terdiri dari dua bangunan, yakni bencingah di bagian selatan dan ballroom serbaguna di bagian belakangnya. Gedung bercorak coklat bermotif emas itu menjulang tinggi menghadap Jalan Raya Raden Puguh, Praya, Lombok Tengah.

Fasilitas yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 22 miliar itu kini dinyatakan siap digunakan untuk lokasi gelaran MTQ NTB yang direncanakan berlangsung pertengahan Juni 2026. Namun, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, seperti penataan lingkungan, taman, dan irigasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bencingah tersebut berada di lokasi strategis. Bangunan itu terletak di sebelah timur Kantor Bupati Lombok Tengah, depan Kampus Poltekpar Lombok, serta tak jauh dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Lombok.

ADVERTISEMENT

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menjelaskan, pengerjaan venue MTQ NTB telah rampung sejak akhir Desember 2025. Proyek tersebut juga sudah diserahterimakan dari kontraktor kepada dinas terkait.

"Kita adakan Lebaran Ketupat di sini (Bencingah Masmirah). Sekaligus teman-teman ASN ini melihat bencingah ini sudah jadi. Dalam rangka MTQ besok," kata Pathul kepada awak media seusai kegiatan Lebaran Ketupat serta halal bihalal di Bencingah Masmirah, Sabtu (28/3/2026).

Pathul mengakui masih ada persoalan pada penataan lanskap di sekitar venue utama MTQ yang belum tertata. Hal itu karena anggaran pembangunan tahun sebelumnya belum mencakup penataan lanskap sehingga harus dianggarkan terpisah pada tahun ini.

"Tamannya, besok kan pawai ta'aruf akan jalan di sini. Ini kita pikirkan sekarang (penataan lingkungan)," ujarnya.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB itu menjelaskan, gedung tersebut tidak hanya diperuntukkan sebagai venue MTQ, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai gedung serbaguna untuk berbagai kegiatan masyarakat.

"Kemudian setelah selesai MTQ besok kita bisa gunakan juga dengan kegiatan yang lain. Tentu harus dipikirkan seperti apa polanya nanti," tegasnya.

Pemerintah daerah berencana menuntaskan sejumlah fasilitas yang masih kurang di bangunan tersebut. Pathul menyebut penganggarannya direncanakan melalui APBD Perubahan 2026.

"Masih kita pikirkan ya," pungkasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads