Jembatan di Jalan Trans Timor yang menghubungkan Kota Kupang dengan kabupaten se-daratan Pulau Timor putus. Dampaknya, terjadi antrean panjang kendaraan dari kedua sisi jalan.
Jembatan utama yang terletak di perbatasan Kelurahan Naibonat dan Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, itu ambles dengan kedalaman 1,3 meter sekitar pukul 05.00 Wita, Kamis (26/3/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Johni Asadoma, bersama dinas terkait sudah meninjau lokasi begitu mendapat laporan mengenai kondisi jembatan. Menurut Johni, kondisi jembatan sudah rusak parah dan tidak memungkinkan untuk digunakan.
"Jembatan ini sudah rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Ini jalur utama daratan timur atau Trans Timor yang sangat vital, sehingga aktivitas transportasi masyarakat benar-benar terhenti," kata Johni yang dikonfirmasi via telepon.
Dia menegaskan pemerintah akan mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan, termasuk membuka jalur alternatif bagi masyarakat.
"Kita akan secepatnya membuka jalan alternatif agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan lancar. Karena ini jalur yang sangat penting," tegas mantan Kapolda NTT itu.
Tak cuma jembatan yang putus, Johni juga menemukan kerusakan pada pipa air yang patah di lokasi kejadian. "Pipa itu diketahui menyalurkan air ke sejumlah wilayah, sehingga berpotensi mengganggu distribusi air bersih bagi masyarakat. Ini juga perlu ditangani secara dini," terangnya.
Johni menegaskan bahwa perbaikan jembatan permanen membutuhkan waktu karena, akses jalan ini bagian dari jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
"Ini jalan nasional, sehingga harus dirancang ulang, didesain, dihitung, lalu diajukan ke Kementerian PUPR, prosesnya tidak singkat," katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Janto, mengatakan pihaknya telah mengerahkan alat berat ke lokasi untuk penanganan darurat.
"Kami sedang mengirim alat berat untuk menyiapkan jembatan alternatif. Mudah-mudahan jika cuaca mendukung, pekerjaan bisa segera diselesaikan," kata Janto.
Menurut Janto, ada dua opsi yang tengah disiapkan, yakni pengalihan arus melalui jalan kabupaten dan juga pembangunan jembatan sementara di sisi hilir lokasi jembatan yang rusak.
"Dari hasil pengecekan kondisi tanah, sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan sementara. Sambil itu, tim lain juga menyiapkan desain jembatan permanen beserta kebutuhan anggarannya," sambung Janto.
(hsa/hsa)










































