Penyebab pecahnya bentrok warga di Lingkungan Peresak Timur dan Petemon, Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (22/3/2026), terungkap. Peristiwa itu dipicu konflik di jalanan.
Kapolresta Mataram, Kombes Hendro Purwoko, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 17.60 Wita. Saat itu, seorang pasangan suami istri (pasutri) asal Petemon melintas di Jalan Bung Karno, Kelurahan Pagesangan, Mataram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjalanan, pasutri itu diduga dipepet dua orang pemuda asal Lingkungan Peresak. Tidak terima, pasutri itu menghentikan motornya dan menegur pemuda itu. Adu mulut tak terhindarkan, hingga terjadinya aksi pemukulan.
"Peristiwa awal dipicu kesalahpahaman di jalan. Terjadi cekcok hingga pemukulan," katanya, Senin (23/3/2026).
Persoalan tidak berhenti di situ. Situasi memanas saat pemuda yang merasa tidak terima kemudian menghadang korban di perbatasan Lingkungan Peresak dan Petemon. Di sana, terjadi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah orang.
Aksi pengeroyokan itu memicu reaksi dari warga kedua lingkungan hingga mengakibatkan kericuhan lebih luas. Akibatnya, arus Jalan Bung Karno sempat macet total pada Minggu (22/3/2026) malam.
Berdasarkan video yang beredar, sejumlah warga terlihat merusak salah satu warung dengan menggunakan batu, hingga menjatuhkan rak-rak dagangan. Bahkan ada juga sejumlah warga yang berusaha mendobrak warung dengan cara memukul rolling door warung tersebut.
Polisi yang mendapatkan informasi melakukan pengamanan. Aparat berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dari kedua lingkungan guna meredam emosi warga. Upaya mediasi kemudian difasilitasi di Mapolsek Mataram dengan menghadirkan perwakilan kedua belah pihak.
"Kami mengedepankan penyelesaian secara mediasi agar persoalan tidak berkepanjangan," sebutnya.
Saat ini situasi di wilayah Pagutan sudah kondusif dan terkendali. Untuk mengantisipasi kemungkinan konflik susulan, sejumlah personel kepolisian masih disiagakan di lokasi kejadian. Langkah-langkah persuasif dan komunikasi terus dilakukan.
"Kami pastikan situasi tetap aman. Personel akan terus berjaga untuk mencegah terjadinya kericuhan lanjutan, terlebih dalam suasana Idul Fitri yang harusnya penuh kedamaian," ungkapnya.
Sebelumnya, bentrokan warga kembali terjadi di Lingkungan Peresak dan Petemon, Pagutan, Kota Mataram. Akibatnya, arus Jalan Bung Karno macet total.
"Kebetulan habis cari makan di sekitaran Pagutan, pas mau balik tiba-tiba simpang empat Pasar Pagutan macet total. Motor sampai mobil nggak gerak, terus dengar suara orang teriak-teriak," kata Ajeng, salah seorang warga Mataram, saat diwawancarai detikBali di lokasi, Minggu (22/3/2026).
"Saya sudah feeling kalau ada bentrok, akhirnya saya putar balik, dan diam sebentar sambil melihat kondisi," sambungnya.
Senada, Wayan, salah seorang warga Pagutan menuturkan ada keributan antara Peresak dan Petemon, Minggu malam.
"Sekitar jam 22.00 Wita kayaknya, dengar dari tetangga kalau Peresak sama Petemon ribut. Saya coba lihat keluar sebentar, karena ramai, saya agak takut mendekat. Tadi saya sempat lihat sudah ada polisi, semoga bentroknya nggak parah. Waswas jadinya kita," ucapnya kepada detikBali.
(nor/nor)










































