Seorang bocah berusia empat tahun dilaporkan hilang terseret arus sungai di Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, tim SAR gabungan masih berjibaku mencari keberadaan bocah laki-laki berinisial MI itu.
"Dilaporkan hilang terbawa arus sungai tadi sore," ujar Kapolsek Bolo, Iptu Nurdin, dikonfirmasi detikbali, Senin (2/3/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurdin mengungkapkan MI dilaporkan hilang terseret arus sungai di Dusun Kampung Sigi, Desa Rato, pada Senin sore. Sebelum hilang, MI diketahui bersama teman-temannya bersepeda menuju sungai untuk mandi.
"Saat mandi sungai, MI tenggelam dan dinyatakan hilang," imbuhnya.
Anggota Polsek Bolo bersama keluarga dan warga langsung melakukan pencarian menggunakan alat seadanya dengan menyisir aliran sungai. Nurdin mengatakan upaya pencarian sejak sore hingga malam ini belum membuahkan hasil.
"Masih dicari. Sampai malam ini belum ditemukan," kata Nurdin.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, menjelaskan tim SAR gabungan melibatkan personel dari Pos SAR Bima, BPBD, Tagana Dinsos, Polairud, Polsek Bolo, Babinsa, hingga warga. Tim pencarian yang dikerahkan dibagi menjadi dua unit.
"Pencarian dimulai dari titik pertama korban turun ke sungai menuju ke arah hilir. Tim mencari korban menggunakan alat aqua thermal dari Basarnas," kata Huda.
Huda menuturkan proses pencarian MI dihentikan untuk sementara karena kondisi sudah malam hari. Upaya pencarian korban akan dilanjutkan pada Selasa (3/3/2026) besok.
"Kami berharap kepada Pemerintah Desa Rato untuk mengimbau warganya agar membantu melakukan pencarian korban," pungkasnya.
(iws/iws)










































