Kota Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki banyak rumah sakit (RS). Sayang, ketersediaan dokter spesialis jauh dari kata cukup. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kondisi yang sama juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia.
"Kurangnya dokter spesialis tidak hanya di Bima, tapi hampir seluruh daerah di Indonesia," kata ujar Budi dalam kunjungannya di Bima, Jumat (27/2/2026).
Budi mendorong pemerintah daerah (pemda) agar mengalokasikan anggaran beasiswa, yang nantinya digunakan untuk mengirim putra-putri terbaiknya kuliah di Fakultas Kedokteran dengan beragam spesialis. Sehingga nantinya kembali mengabdi di daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dokter spesialis di daerah memang harus diperbanyak. Karena percuma punya RSUD megah, alat kesehatan (alkes) lengkap, tapi dokter spesialis tak cukup dan tidak ada," ujarnya.
Budi mengungkapkan salah satu solusinya adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memiliki rumah sakit pendidikan. Hal itu untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis, terutama di luar pulau Jawa.
"Kita sedang memperbanyak RS pendidikan. Yang fokusnya memproduksi dokter spesialis. Dokter umum dari daerah juga bisa diarahkan ke RS Pendidikan ini menjadi dokter spesialis," imbuh dia.
Sebagai data tambahan, di Bima ada tiga RSUD. Yakni RSUD Kota Bima, RSUD Bima, dan RSUD Sondosia. RS lainnya yakni RS Angkatan Darat Kota Bima, RS Muhammadiyah, dan RS Dokter Agung (swasta).
(hsa/hsa)










































