Banjir rob kembali terjadi di Lingkungan Bugis, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Akibatnya, 20 rumah warga rusak berat seusai diempas gelombang setinggi lebih dari 5 meter.
"Jadi totalnya 20 rumah warga rusak berat, akibat banjir rob," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Muzaki, saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).
Muzaki memperkirakan ancaman banjir rob masih akan terjadi, dikarenakan akan mendekati fenomena bulan purnama. Pada momen tersebut terjadi gaya gravitasi bulan dan matahari sejajar, sehingga menyebabkan pasang air laut mencapai puncaknya.
"Untuk sementara, warga (pemilik) 20 rumah itu tinggal di rumah keluarganya, ada juga yang tinggal di tenda yang kami bangunkan di (dekat) TK PAUD, di sana ada tiga KK. Ada juga kami bangunkan tenda di Bintaro," ujarnya.
Menurut Muzaki, untuk pola perbaikan rumah warga yang rusak berat akibat banjir rob, akan ditangani Dinas Perkim. Biaya perbaikan disesuaikan masing-masing tingkat kerusakan rumah.
"Kalau berdasarkan BNPB, kalau rumah itu rusak ringan (anggarannya) Rp 15 juta, rumah rusak sedang Rp 30 juta, rumah rusak berat Rp 65 juta. Itu kalau polanya sesuai ketentuan BNPB. Tapi untuk teknisnya ada di teman-teman PUPR," terang Muzaki.
Tak hanya banjir rob, BPBD Kota Mataram juga mencatat 20 rumah warga rusak ringan akibat terkena puting beliung.
"Lokasinya ada di Kecamatan Sekarbela, Ampenan, ada di Monjok juga. Sudah kami intervensi dengan dropping seng spandek," ujarnya.
Sebagai informasi, akibat cuaca ekstrem di Mataram pekan lalu, BPBD Mataram mencatat ada 800 kepala keluarga (KK) atau sekitar 4.000 warga terdampak banjir rob hingga luapan Sungai Jangkok.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Mataram mendirikan dapur umum untuk memenuhi logistik ratusan warga terdampak banjir rob di Lingkungan Bugis, Kecamatan Ampenan, Mataram, NTB.
"Sehari ada 600 porsi makanan yang kami buat. Kami bagikan ke warga yang terdampak langsung. Khususnya warga yang rumahnya tidak bisa ditempati dan tidak bisa masak di rumahya," kata Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, saat dikonfirmasi, sebelumnya.
Menurut Samsul, total anggaran yang disiapkan untuk operasional dapur umum sleama tujuh hari sekitar Rp 100 juta. Ia menyebut pembukaan dapur umum bisa diperpanjang jika cuaca ekstrem belum berakhir.
Simak Video "Video: Benarkah Jakarta Sedang Tenggelam?"
(hsa/hsa)