Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima 7.234 calon mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2026/2027. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga jalur penerimaan, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT/UTBK), dan jalur mandiri.
Dari total ini, untuk jalur SNBP sebanyak 2.166 maba, SNBT atau UTBK sebanyak 3.255 maba, dan jalur mandiri sebanyak 1.800 maba. Wakil Rektor (Warek) I Undana Kupang Prof Annytha I.R. Detha menjelaskan total tersebut telah sesuai Surat Keputusan dari Rektor Undana yang dikeluarkan pada 13 Januari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Undana sendiri sesuai SK Rektor per/tanggal 13 Januari 2026, daya tampung untuk total mahasiswa tahun ini 7.234 orang mahasiswa," terang Annytha, Rabu (21/1/2026) di ruang kerjanya.
Ia menegaskan, penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri mengikuti ketentuan Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Sementara itu, mekanisme penerimaan di perguruan tinggi swasta ditentukan oleh masing-masing kampus.
Annytha menyebut jalur SNBP sangat bergantung pada peran sekolah, mulai dari pembuatan akun hingga pengunggahan data dan portofolio siswa yang dinilai berprestasi.
"Porsi diatur oleh sekolah, kenapa? Karena sekolah yang punya kewajiban meng-upload portofolio anak-anak yang kemudian dikirim ke Undana. Untuk jalur SNBP ini diberikan porsi masing-masing sekolah," tambahnya.
Ia juga merinci untuk SMA/K yang terakreditasi A maka kuota akan berbeda dengan sekolah yang terakreditasi B. Sekolah dengan akreditasi B mendapat kuota 20 persen, akreditasi C sebesar 10 persen, sementara sekolah berakreditasi A memperoleh kuota tambahan lima persen jika telah menerapkan e-rapor.
Tapi kalau sekolah-sekolah dengan akreditasi A, yang sudah menerapkan e-raport maka ditambah kuotanya 5%, karena dianggap berprestasi," terang dia.
Menurut Annytha, sejak 2025 hingga saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan aturan baru. Aturan itu mengatur setiap siswa-siswi yang masuk ke jenjang perguruan tinggi melalui jalur SNBP, maka wajib melampirkan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Jalur SNBP ini lebih banyak peran sekolah, karena sekolah yang mendaftarkan akun untuk siswa-siswinya untuk masuk ke perguruan tinggi kami (Undana), sekolah memiliki peran lebih banyak untuk membantu siswa-siswinya untuk mengunggah portofolio mereka ke universitas tujuan," terangnya.
Ia juga menegaskan, jalur SNBP sepenuhnya mengandalkan peran sekolah. Sementara bagi sekolah yang belum memiliki akun SNBP, siswa masih dapat mendaftar melalui jalur SNBT atau jalur mandiri.
Bagi sekolah yang tidak memiliki akun untuk jalur SNBP, anak-anak bisa mengikuti jalur SNBT, karena SNBT dan jalur mandiri tidak ada kaitan dengan sekolah lagi, keduanya itu merupakan jalur kompetisi murni," tambahnya.
Saat ini, Undana memiliki 48 program studi yang tersebar di sembilan fakultas, terdiri dari program sarjana (S1), tiga program profesi, 12 program magister (S2), dan tiga program doktor (S3).
Annytha mengimbau siswa, sekolah, dan orang tua untuk memanfaatkan jalur SNBP sebaik mungkin karena biaya pendaftarannya disubsidi penuh oleh pemerintah.
"Untuk siswa-siswi kami yang bisa ambil jalur SNBP, maka silahkan ambil sebanyak-banyaknya, karena keuntungan dari jalur SNBP ini pendaftaran disubsidi penuh oleh pemerintah. Kalau SNBT atau UTBK subsidi setengah-setengah." imbuh dia.
Adapun registrasi akun SNBP dibuka hingga 26 Januari 2026. Pengisian dan pengunggahan portofolio berlangsung pada 26 Januari-2 Februari 2026. Selanjutnya, proses evaluasi dilakukan pada 18 Februari-27 Maret 2026.
Sementara itu, pelaksanaan SNBT atau UTBK dijadwalkan pada April 2026 dengan pengumuman hasil pada Mei 2026. Jalur terakhir yakni jalur mandiri akan diatur langsung oleh Undana, termasuk pelaksanaan seleksi dan tes masuknya.
(nor/nor)










































