detikBali

24 Rumah di Lombok Barat Rusak Diterjang Angin Kencang

Terpopuler Koleksi Pilihan

24 Rumah di Lombok Barat Rusak Diterjang Angin Kencang


Ahmad Viqi - detikBali

Atap rumah warga rusak akibat angin kencang di 8 kecamatan di Lombok Barat, pada Selasa (20/1/2026).
Atap rumah warga rusak akibat angin kencang di 8 kecamatan di Lombok Barat, pada Selasa (20/1/2026) (Foto: Dok BPBD NTB)
Lombok Barat -

24 rumah di Kabupaten Lombok Barat rusak usai diterpa angin kencang yang terjadi pada, Selasa sore (20/1/2026). Angin kencang ini menerpa 8 kecamatan Lombok Barat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Sadimin mengatakan kejadian angin kencang sore sekitar pukul 16.00 Wita itu menyebabkan banyak rumah warga rusak.

"Ada juga pohon tumbang di Dusun Tongkek, Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan. Di sana butuh alat berat untuk evakuasi pohon tumbang," kata Sadimin, Rabu (21/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sadimin mengatakan 24 rumah rusak itu terjadi di Kecamatan Gunung Sari, Desa Bukit Tinggi. Selain itu, 1 unit rumah rusak ringan akibat tertimpa pohon.

"Di Kecamatan Sekotong, Desa Batu Putih, Dusun Labuan Poh Timur ada 9 unit rumah rusak akibat angin kencang. Ada juga di Dusun Selodong, Desa Persiapan Blongas 1 unit rumah rusak akibat angin kencang," katanya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, 3 rumah warga rusak di Dusun Gunung Ketapang dan Dusun Medang, Desa Sekotong Barat. Satu orang korban luka akibat angin kencang.

"Kejadian serupa terjadi di Kecamamatan Lembar, Desa Sekotong Timur dan Desa Lembar Selatan 4 unit rumah rusak akibat angin kencang," tegas Sadimin.

Sadimin mengaku, rumah rusak juga terjadi di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung dan 3 rumah rusak di Dusun Ombe Bebae dan Dusun Ombe Rerot Timur, Desa Ombe Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

"Dua rumah BTN di Kecamatan Labuapi juga rusak akibat angin kencang. Jadi total 24 rumah rusak dan satu unit fasilitas perkantoran rusak ringan," ujarnya.

Dampak lain, Sadimin berujar, dua pohon tumbang di Gerung dan Batu Layar. Akibatnya akses lalu lintas terganggu.

"Kami koordinasi dengan pihak PLN, karena pohon tumbang terhalang dan berdekatan dengan tiang serta jaringan listrik," tegasnya.

Sadimin meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada. Karena, sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan. Potensi hujan cukup signifikan pada 7 hari mendatang.

"Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," tandas Sadimin.




(mud/mud)










Hide Ads