Sejumlah staf Timnas Iran tak mendapat visa untuk masuk ke Amerika Serikat (AS) jelang Piala Dunia 2026. Team Melli pun mengamuk dan mengecam hal tersebut.
Dilansir dari detikSport, Pemerintah AS mengeklaim seluruh pemain Timnas Iran dan staf pendukung telah mendapatkan izin masuk untuk mengikuti Piala Dunia 2026. Namun, Kedutaan Besar Iran di Turki membantah klaim tersebut dan menyebut banyak anggota staf Timnas Iran justru tidak memperoleh visa.
"Kami mengecam campur tangan politik yang bias dalam olahraga," demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan setidaknya ada 15 pejabat administrasi Timnas Iran tidak mendapatkan izin masuk ke AS. Mereka termasuk Ketua Federasi Sepak Bola Iran, wakil ketua federasi, hingga direktur media tim.
Pemerintah Iran menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk perlakuan diskriminatif terhadap tim nasional mereka yang akan berlaga di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Sementara itu, pemerintah AS menegaskan bahwa visa telah diberikan kepada seluruh pemain serta staf Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Dalam pernyataan resminya, otoritas AS menyampaikan bahwa mereka tidak akan membiarkan sistem visa dimanfaatkan untuk tujuan lain.
"Iran tidak akan diizinkan menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih yang tidak benar," demikian pernyataan pejabat AS.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan politik yang masih berlangsung antara kedua negara. Dalam pernyataan lanjutan, Iran menyebut langkah Amerika Serikat sebagai bentuk perlakuan diskriminatif yang telah mencapai tingkat paling serius.
"Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional Iran ke tingkat tertinggi," tulis pernyataan resmi Iran.
Iran menilai penjelasan dari pemerintah AS hanya upaya untuk menutupi fakta yang sebenarnya terjadi. Pejabat Kedutaan Besar Iran mendesak FIFA untuk segera turun tangan dan memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang setara sesuai prinsip olahraga internasional.
Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)