Tiga ekor ternak babi di Desa Oyangbarang, Kecamatan Wotan Ulumado, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan mati awal Januari ini. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan (Disnak) Flores Timur, Vianey Kiti Tokan, memastikan babi-babi yang mati itu tidak terjangkit penyakit african swine fever (ASF) atau demam babi afrika.
Vianey memerinci babi-babi yang mati itu dua ekor mengalami malanutrisi dan seekor lagi keracunan ikan busuk. "Ada tiga ekor yang tercatat (Januari 2026). Menurut diagnosa sementara mereka ada dua yang malanutrisi, sedangkan yang satu keracunan karena makan sisa ikan yang sudah lama," ujar Vianey saat dikonfirmasi detikBali Selasa, (20/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vianey menyebut dokter hewan di Puskesmas Baniona sudah terjun ke lokasi dan investigasi lebih lanjut penyebab kematian ternak babi itu.
"Teman-teman Puskeswan Baniona sudah turun, sudah investigasi, dan tes rapid, hasilnya bukan ASF maupun hog cholera," imbuhnya.
Vianey mengimbau kepada para peternak agar memberikan makan ternak babi dengan makanan yang sehat dan baik. Vianey juga meminta para peternak membersihkan kandang secara teratur agar tidak memperburuk kesehatan hewan ternak.
"Imbauannya agar kasus ini tidak berulang adalah beri makan babi makanan yang cukup baik jumlah maupun kandungan gizi, serta pakan yg mengandung ikan mentah harus dimasak terlebih dulu, jangan memberi sisa ikan yang sudah lama," tandasnya.
(hsa/hsa)










































