Sebanyak 58 pendaki terjatuh dan terkilir di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sepanjang 2025. Tiga di antaranya tewas, termasuk pendaki asal Brasil, Juliana Marins.
"Meninggal itu ada tiga pendaki, termasuk Juliana Marins asal Brasil," ujar Ketua Kelompok Kerja World Class Mountaineering Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Budi Soesmardi, kepada detikBali, Kamis (15/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain yang jatuh dan terkilir, ada pula yang tersesat (dua pendaki), sakit (empat pendaki), dan hipotermia (lima pendaki).
Balai TNGR, tutur Budi, mencatat sebanyak 80.214 kunjungan pendakian di Gunung Rinjani selama 2025. Jumlah itu terdiri atas 43.236 pendaki mancanegara dan 36.978 pendaki nusantara.
Selain pendaki, Balai TNGR juga mencatat pengunjung non pendakian mencapai 52.108 orang. Sebanyak 797 pengunjung di antaranya adalah wisatawan mancanegara.
Besarnya kunjungan ke TNGR menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 25, 9 miliar. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 24 miliar.
"Ini kontribusi nyata sektor pariwisata alam bagi negara dan pengelolaan kawasan konservasi," ujar Budi.
Meski demikian, peningkatan aktivitas wisata turut menghadirkan tantangan pengelolaan sampah di Gunung Rinjani. Sampah pendakian pada 2025 mencapai 30.359 kilogram (kg) alias 30,3 ton. Pengunjung non pendakian juga menghasilkan sampah 1.197 kg atau 1,9 ton.
"Jumlah ini mengingatkan kita bahwa menjaga Rinjani bukan hanya tentang menikmati keindahannya, tetapi juga tentang tanggung jawab, kesadaran, dan kepedulian," jelas Budi.
Diberitakan sebelumnya, Balai TNGR mengkaji rencana penggunaan gelang Radio Frequency Identification (RFID) bagi pendaki. Inisiatif ini disiapkan untuk memudahkan pengawasan pendaki selama berada di kawasan Gunung Rinjani.
Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, mengatakan rencana penerapan gelang RFID tersebut masih dalam tahap kajian. Pengembangan pemasangan gelang elektronik bagi pendaki ditargetkan mulai dicoba tahun ini.
"Kita lihat. Mana lebih efektif. Pemakaian gelang ID ini akan ke sana, dan harus seperti itu," kata Budhy.
(hsa/hsa)










































