detikBali

Karyawan JBG Ramai-ramai Protes Gaji Dipotong hingga di Bawah UMK

Terpopuler Koleksi Pilihan

Karyawan JBG Ramai-ramai Protes Gaji Dipotong hingga di Bawah UMK


M. Zahiruddin - detikBali

Puluhan karyawan PT JBG di Lombok Barat melakukan aksi protes, Kamis (15/01/2026).
Foto: Puluhan karyawan PT JBG di Lombok Barat melakukan aksi protes, Kamis (15/01/2026). (M Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Puluhan karyawan PT Jembatan Baru Group (JBG) melakukan aksi protes dan mogok kerja di kantor mereka, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (15/1/2026). Para karyawan mempersoalkan pemotongan gaji yang dituding tidak transparan. Hal itu membuat gaji yang mereka terima besarannya di bawah upah mininum kabupaten (UMK).

Salah seorang karyawan mengungkapkan ada tujuh poin tuntutan yang disampaikan kepada pihak perusahaan. Poin utama, kata dia, adalah masalah pemotongan gaji setiap bulan sebesar Rp 140 ribu ditambah Rp 10 ribu dengan alasan biaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) para karyawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu dipotong setiap bulan. Akan tetapi di situ kan bahasanya peningkatan SDM. Kalau bahasanya seperti itu kan minimal kita sebagai karyawan ini ada diberikannya pelatihan, akan tetapi tidak ada sama sekali, nihil," jelas karyawan yang enggan namanya dituliskan itu saat diwawancarai detikBali.

Selain itu, ia juga menyampaikan keluhan para karyawan terkait pembayaran iuran bulanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang mencapai total Rp 300 ribu.

ADVERTISEMENT

Padahal, setelah karyawan melakukan konfirmasi mandiri, dengan gaji Rp 2,6 juta sesuai UMK Lombok Barat, iuran BPJS Ketenagakerjaan tidak sampai Rp 100 ribu.

Pria tersebut mengungkapkan dengan beragam potongan perusahaan, dia dan rekan-rekannya hanya menerima gaji bulanan Rp 2,1 juta.

Dia menuntut pihak perusahaan segera memberikan kejelasan atau mengakomodasi tuntutannya bersama karyawan lain. Ia mengancam akan mengadukan permasalahan tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi (Disnakertrans) NTB, jika tidak segera direspons.

"Kalau kami tidak diakomodasi tuntutannya, kami akan terus pertanyakan. Kami ini kan tetap bekerja, tapi haknya ada yang dirampas," tegasnya.

detikBali sudah melakukan upaya konfirmasi terhadap pihak PT JBG. Namun, sejauh ini belum ada penjelasan. Supervisor Security PT JBG, Eko, membantah ada aksi atau mogok kerja. Menurutnya, karyawan hanya kumpul-kumpul untuk menyampaikan keluhan.

"Nggak ada aksi, tadi hanya kumpul memberikan keluhan saja, dan soal mogok juga nggak ada, buktinya ini kan masuk kita seperti biasa," ujarnya kepada wartawan.




(hsa/hsa)










Hide Ads