Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), berencana menambah alokasi anggaran biaya tidak terduga (BTT) tahun ini menyusul bencana angin puting beliung yang merusak puluhan rumah warga di Dusun Kuangwai, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengatakan anggaran BTT pada 2025 dinilai masih belum mencukupi untuk kebutuhan penanganan bencana.
"Kalau saya lihat tahun 2025 anggaran BTT kita, nggak cukup kita. Kurang lebih belasan miliar, saya minta untuk dilebihkan, tapi tidak sampai Rp 20 miliar. Kalaupun itu tidak terpakai nanti itu kan bisa dikembalikan lagi ke kas daerah," terang Iron saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain rencana penambahan BTT, Pemkab Lombok Timur juga telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 98 juta untuk menangani kerusakan rumah warga pasca diterjang angin puting beliung pada Minggu (11/1) lalu.
"Begitu kami turun verifikasi dan cek langsung, tidak sampai satu juta untuk biaya perbaikanya, hanya butuh Rp 98 juta untuk semuanya, makanya saya bilang langsung sudah perbaiki," ucap Iron.
Bupati yang akrab disapa Iron itu menegaskan percepatan perbaikan rumah warga yang rusak dilakukan agar masyarakat bisa segera kembali menempati rumahnya.
"Supaya masyarakat kita cepat nyaman dan menempati kembali. Kalau genteng yang jatuh hanya satu saya rasa bisa lah masyarakat pasang sendiri," ujar Iron.
Dampak Puting Beliung di Sakra Timur
Sebelumnya, sebanyak 74 rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung di Dusun Kuangwai, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, NTB. Dari jumlah tersebut, sembilan rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat.
"Rusak berat ada sembilan unit, rusak sedang 11 unit, sisanya rusak ringan," ujar Kepala Desa Menceh, Idrus, Senin (12/1/2026).
Angin puting beliung menerjang wilayah tersebut sekitar pukul 14.00 Wita pada Minggu (11/1). Selain menyebabkan kerusakan rumah, peristiwa itu juga mengakibatkan lima warga mengalami luka-luka, terdiri dari tiga anak kecil, satu remaja, dan satu orang tua.
"Kemarin ada satu orang anak yang dibawa oleh angin ketika di pinggir pantai, semuanya sudah dibawa ke Puskesmas," imbuh Idrus.
(dpw/dpw)










































