detikBali

Kapal Wisata Labuan Bajo Dilarang Berlayar Lagi hingga 15 Januari

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kapal Wisata Labuan Bajo Dilarang Berlayar Lagi hingga 15 Januari


Ambrosius Ardin - detikBali

Kapal-kapal wisata berlabuh di Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (16/6/2025). (Ambrosius Ardin/detikBali)
(Foto: Kapal-kapal wisata berlabuh di Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo, Manggarai Barat, Senin (16/6/2025). (Ambrosius Ardin/detikBali)
Manggarai Barat -

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo kembali menutup total pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada potensi gelombang tinggi di perairan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya.

Larangan berlayar kapal wisata itu berlaku hingga 15 Januari mendatang atau sampai cuaca kembali membaik. Kapal wisata dilarang berlayar ke Taman Nasional Komodo dan destinasi lainnya di Labuan Bajo.

Padahal, kapal wisata di Labuan Bajo baru diizinkan berlayar lagi mulai 9 Januari lalu setelah ditutup dua pekan akibat cuaca buruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, (kapal wisata dilarang berlayar hingga 15 Januari)," kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, Senin (12/1/2026) pagi.

Stephanus menjelaskan larangan kapal wisata berlayar itu mempertimbangkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. Juga berdasarkan pengamatan langsung gelombang tinggi di perairan Taman Nasional Komodo dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

"Menindaklanjuti informasi tinggi gelombang dari BMKG Stasiun Maritim Tenau tanggal 11 Januari 2026 dan sesuai pengamatan laut dari pos darat serta laporan kapal-kapal lainnya," jelas Stephanus.

"Maka pelayanan surat persetujuan berlayar untuk semua kapal wisata termasuk speedboat ditutup sementara tanggal 12-15 Januari atau sampai cuaca membaik kembali berdasarkan informasi dari BMKG," lanjut dia.

Untuk kapal-kapal wisata yang sedang berada di perairan diminta untuk berlabuh di tempat yang aman.

"Untuk kapal-kapal yang berada di perairan agar dapat menyesuaikan pelayarannya, berlabuh atau mooring di daerah yang terlindungi dari gelombang tinggi dan arus laut serta mesin dalam keadaan standby," tandas Stephanus.

Sementara itu hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Labuan Bajo hari ini. Cuaca buruk ini terjadi sejak dua hari lalu.




(mud/mud)










Hide Ads