Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia Nusa Tenggara Barat (KNPI NTB) Baihaqi resmi mendaftar sebagai calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) NTB periode 2025-2030. Pendaftaran dilakukan di Kantor KONI NTB, didampingi Ketua Tim Pemenangan Raden Nuna Abriadi dan puluhan pendukungnya, Sabtu (29/11/2025).
Usai menyerahkan berkas, Baihaqi mengaku siap membawa sepak bola NTB lebih maju dengan membangun ekosistem sepak bola yang utuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Problematika sepak bola di NTB saat ini ada di pembinaan dan minimnya turnamen. Sepakbola bukan hanya soal permainan di lapangan, tetapi juga bagaimana menciptakan efek multidimensi, terutama dalam sektor ekonomi," kata Baihaqi.
Mantan calon Wali Kota Mataram pada 2020 itu berkomitmen membangun ekosistem yang solid agar jenjang kompetisi di NTB berjalan terstruktur dan berkelanjutan. Politikus partai Golkar itu juga menyoroti pentingnya frekuensi kompetisi yang tinggi sebagai tolok ukur prestasi di tubuh PSSI.
"Prestasi di PSSI bukan soal juara, karena yang juara itu klub. Prestasi di PSSI adalah bagaimana kompetisi bisa dijalankan sebanyak mungkin, dengan kualitas yang bagus. Semakin banyak kompetisi, peluang klub untuk berprestasi makin besar," tegasnya.
Baihaqi menargetkan PSSI NTB ke depan mampu menggelar kompetisi berjenjang dari usia dini, remaja hingga senior. Harapannya dapat membuka jalan bagi klub-klub NTB untuk menembus kompetisi nasional.
"Kami hanya bisa mengawali dari Liga 4. Jika kompetisi reguler berjalan bertahap, bukan tidak mungkin klub kita naik ke Liga 3, Liga 2, bahkan tidak menutup kemungkinan Liga 1" katanya.
Ketua Tim Pemenangan Baihaqi, Raden Nuna Abriadi, menyampaikan bahwa seluruh syarat administrasi telah dipenuhi sesuai ketentuan statuta PSSI dan hasil Kongres.
"Kami sudah menyelesaikan tahapan awal daripada salah satu syarat pendaftaran calon ketua Asprov PSSI NTB. Dan alhamdulillah sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam statuta PSSI yang kemudian diformulasikan di dalam Kongres beberapa waktu lalu," ucapnya.
Nuna juga optimistis Baihaqi meraih kemenangan dengan mudah dalam Kongres Asprov PSSI NTB karena mengantongi dukungan 26 pemilik suara sah. Baik dari Asosiasi Kabupaten (Askab) maupun klub-klub yang menjadi mitra resmi PSSI NTB.
"Kami sudah kunci pada angka 26 voter dari 39 jumlah voter. Kalau hitung-hitungan kuantitatif, ya sudah selesai. Dan itu dibuktikan dengan surat bermaterai dari Ketua Askab maupun klub-klub pemilik hak pilih," ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Komisi Pemilihan Asprov PSSI NTB Fedrian Anindita mengatakan Baihaqi secara resmi mendaftar di hari terakhir pendaftaran sejak dibuka pada 25 November. Tahapan selanjutnya ialah verifikasi berkas sebelum ditetapkannya para kandidat yang bersaing dalam Kongres PSSI NTB pada 21 Desember mendatang.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat bakal calon lain yang telah mengonfirmasi untuk mendaftar selain Baihaqi pada hari ini.
"Ya ada satu calon lagu sudah konfirmasi akan mendaftar hari ini. Nanti, tahapan selanjutnya itu ada verifikasi berkas, setelah itu ada pleno di internal kami, selanjutnya penetapan daftar calon tetap itu nanti di 6 Desember, setelah itu baru di tanggal 21 Desember Kongres di Kota Mataram," pungkasnya.
(nor/nor)











































