Pemprov NTB Awasi Pergerakan Alumni Ponpes Al Zaytun

Mataram

Pemprov NTB Awasi Pergerakan Alumni Ponpes Al Zaytun

Helmy Akbar - detikBali
Kamis, 06 Jul 2023 20:41 WIB
Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat Lalu Gita Ariadi di Kantor DPRD NTB pada Kamis (6/7/2023).
Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat Lalu Gita Ariadi di Kantor DPRD NTB pada Kamis (6/7/2023). Foto: Helmy Akbar/detikBali
Mataram - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi terkait kontroversi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Lalu Gita Ariadi.

"Ini (Al Zaytun) sudah menjadi atensi nasional, kami berharap sama-sama menjaga kondusivitas daerah," kata Lalu Gita di DPRD NTB pada Kamis (6/7/2023).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB Ruslan Abdul Gani akan mengawasi alumni Al Zaytun. Sebab, para alumni tersebut dikhawatirkan menyebarkan ajaran pondok pesantren yang dipimpin oleh Panji Gumilang tersebut.

"Beberapa tahun lalu, ada putra putri dari NTB yang sekolah di sana. Pasti kami awasi, pergerakannya," ujarnya.

Ruslan belum memiliki data terkait alumni Al Zaytun dari NTB. Namun, Bakesbangpoldagri masih terus memantau para alumni tersebut.

Sebelumnya, ratusan warga Pulau Lombok yang tergabung dalam Pulau Seribu Masjid Menggugat meminta agar pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang ditangkap polisi. Mereka melaporkan Panji Gumilang dengan tuduhan penistaan agama.

Ponpes Al-Zaytun dan pimpinannya, Panji Gumilang, belakangan kembali menuai kontroversi. Dia dilaporkan atas dugaan penistaan agama dan sempat menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Senin (3/7/2023).

Beberapa hal yang viral dan menimbulkan polemik di masyarakat lantaran dianggap menyimpang dari ajaran Islam antara lain, saf salat Id di Al Zaytun yang bercampur lelaki dengan perempuan, berencana menjadikan perempuan khatib salat Jumat, hingga menyamakan Indonesia dengan Makkah sebagai Tanah Suci.


(gsp/hsa)

Hide Ads