Tersangka Penipuan Tiket MotoGP di Lombok Tengah Hanya Wajib Lapor

Tim detikBali - detikBali
Jumat, 16 Sep 2022 08:58 WIB
Sirkuit Mandalika digunakan untuk ajang track day (21-22/5/2022)
Sirkuit Mandalika. (Foto: Instagram @themandalikagp)
Lombok Tengah -

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah, Ida Wahyuni Sahabudin (34) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan tiket MotoGP Mandalika senilai Rp 66 juta. Meski begitu, ia belum ditahan oleh pihak kepolisian dan hanya menjalani wajib lapor.

"Belum ditahan. Wajib lapor," kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Teddy Ristiawan, Kamis (15/9/2022) siang.

Teddy menyebut pihaknya masih mengupayakan kasus tersebut diselesaikan dengan keadilan restoratif atau restorative justice. Namun demikian, jika upaya tersebut tidak berhasil, maka proses hukum dilanjutkan hingga persidangan.


"Kami upayakan restorative justice antara tersangka dan korban. Jika perdamaian berhasil, maka prosesnya dihentikan. Kalau tidak, maka dilanjutkan sampai ke persidangan," pungkas Teddy.

Untuk diketahui, tersangka Ida Wahyuni diduga menipu korban yang hendak menonton event MotoGP di Sirkuit Mandalika dengan menjual tiket tipe premiere class senilai Rp 22 juta per 3 tiket. Jika dikalkulasikan, polisi menyebut tersangka menipu korban dengan nominal mencapai Rp 66 juta.

Menanggapi penetapan tersangka terhadap dirinya, Ida Wahyuni Sahabudin mengklaim tidak pernah berniat menipu IP perihal pembelian tiket MotoGP Mandalika senilai Rp 66 juta. Ida menyebut dirinya hanya membantu IP membeli tiket tersebut pada Sabtu (19/3/2022) tanpa mengambil keuntungan. Ia pun mengaku keberatan lantaran ditetapkan sebagai tersangka penipuan.

"Saya keberatan. Tapi saya mau ikuti proses hukumnya dulu bagaimana gitu. Itu saja sih. Kecuali melakukan pidana apa," kata Ida kepada detikBali melalui WhatsApp, Kamis (15/9/2022).

"Saya satu rupiah pun tidak dapat untung. Murni bantu dia (IP)," kata Ida.

Di sisi lain, Ida mengaku bahwa memang benar dirinya membelikan 3 tiket premiere class MotoGP Mandalika seharga Rp 66 juta. Uang pengganti harga tiket yang dia belikan untuk korban inisial IP itu sempat ditolak karena terlambat diberikan oleh tersangka.

"Saya ingat, hari Sabtu (19/3/2022) tepat jam 07.54 Wita dia beli tiket ready. Cuma satu dulu, setelah itu minta lagi dua tiket. Jadi total yang dia transfer Rp 59,2 juta. Pada pukul 11.00 siang waktu itu, dia minta cancel begitu saja," kata Ida.

Setelah dibatalkan, selang satu jam kemudian IP meminta agar uang senilai Rp 59,2 juta itu segera ditransfer. Ida pun dengan terpaksa menjual tiket itu ke rekannya.

"Saya bilang hari itu nggak bisa balikin karena saya nggak punya uang. Saya minta waktu dua hari. Besoknya saya transfer secara cicil. Dia tidak terima karena saya cicil. Hitungan tiang sama Polda NTB, Rp 48 juta sudah dikembalikan," tuturnya.

Kini Ida mengaku memiliki itikad baik untuk mengembalikan sisa uang pembelian tiket yang dibatalkan oleh IP sebesar Rp 18 juta. Ia pun siap mengklarifikasi ke Polda NTB. "Jika merasa dirugikan, kami akan kembalikan," pungkasnya.



Simak Video "Mulai Rp 100 Ribuan, Ini Harga Tiket MotoGP Mandalika 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)