Pemda Lombok Akan Pindahkan Pedagang Asongan ke Bazar Mandalika

Ahmad Viqi - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 13:24 WIB
Pedagang asongan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pantai Kuta Mandalika.
Pedagang asongan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pantai Kuta Mandalika, NTB. Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Lombok Tengah -

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan memindahkan puluhan pedagang asongan yang berkeliling di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menuju area UMKM Bazar Mandalika.

"Selain dibina, nanti kami akan atur kapan boleh berjualan di jam-jam tertentu," kata Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah Raden Roro, Selasa (9/8/2022), ketika dikonfirmasi via telepon.

Roro menambahkan, pedagang asongan di KEK Mandalika sebagian akan dipindahkan ke lokasi UMKM Bazar Mandalika. Dinas Perdagangan Lombok Tengah juga akan membuat ID Card dan memberikan gantungan resmi dari Pemda Lombok Tengah, untuk para pedagang asongan di KEK Mandalika.


"Nanti itu, kami butuh lima set ruangan di bazar untuk para pedagang, biar terpusat di sana. Kami juga akan berikan gantungan di leher, ID Card, mulai sekarang didata bersama ITDC. Setelah kami data dari mana, kemudian akan dibuatkan kontrak gitu," kata Roro.

Roro menyebutkan, lokasi para pedagang boleh berkeliaran di KEK Mandalika, merupakan kebijakan pengelolaan kawasan, dalam hal ini PT ITDC. "Di mana yang boleh dan tidak boleh, itu saya tidak hafal karena itu kewenangan ITDC. Yang jelas di depan Sirkuit MotoGP, Bundaran Songgong itu tidak boleh," katanya.

Untuk di Bundaran Songgong dan kawasan depan Sirkuit Mandalika akan diberikan waktu berjualan sesuai pola jam kerja. Meski begitu, semua pedagang tidak diberikan membawa barang dagangan ke depan Sirkuit Mandalika.

"Nanti akan diberikan jam berapa boleh berjualan. Karena kami tidak bisa tutup itu kan, karena ruang terbuka. Yang jelas nanti kami berikan bimbingan bagaimana berjualan yang beretika. Ini kan perlu dilatih agar tidak meresahkan pembeli," ujarnya.

Selama proses pendataan dan pembinaan pra event World Superbike Championship di Sirkuit Mandalika, pemerintah akan melakukan pendataan dan pengawasan secara persuasif terlebih dahulu. Pun kalau tidak berhasil, ujar Roro, Pemda Lombok Tengah akan melakukan upaya penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Nanti setelah didata, dibina, terus masih ada yang ngeyel, kami angkut, baik di kawasan Bundaran Songgong dan depan Sirkuit Mandalika," katanya.

Batas akhir pembinaan dan penertiban pedagang asongan di KEK Mandalika, sebutnya, sampai bulan Oktober 2022. "Kami akan lakukan pendekatan dulu. Batas terakhir penertiban sebulan sebelum WSBK," pungkas Roro.

Terpisah, Managing Directur The Mandalika Bram Subiandoro belum bisa memberikan tanggapan terkait layout penetapan area lokasi pedagang asongan di KEK Mandalika. Hingga Selasa siang (9/8/2022), pihak ITDC belum menjawab detikBali soal batas-batas wilayah pedagang asongan di KEK Mandalika.



Simak Video "MGPA Buka Suara Soal Rumor Mandalika Jadi Seri Pembuka MotoGP 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/nor)