Kapolres Bima Akan Diperiksa Propam Polri Terkait Demo Mahasiswa

Kapolres Bima Akan Diperiksa Propam Polri Terkait Demo Mahasiswa

Faruk Nickyrawi - detikBali
Sabtu, 21 Mei 2022 17:06 WIB
Barikade polisi menggunakan  tameng. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi penjagaan demo. Foto: dikhy sasra
Mataram -

Kapolres Bima, AKBP Heru Sasongko dikabarkan akan diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri di polres setempat.

Diketahui pemeriksaan yang akan dilakukan ini karena penahanan dan ditetapkannya 10 mahasiswa Bima yang melakukan aksi demonstrasi dan blokir jalan selama 4 hari.

Terkait informasi ini, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Artanto mengaku belum mengetahui dan mendapatkan kebenaran dari informasi tersebut.


"Saya belum tahu tentang info tersebut," kata Artanto saat dihubungi detikBali Sabtu (21/5).

Sementara itu, Kapolres Bima AKBP Seru Sasongko yang dihubungi detikBali melalui telepon selular dan WhatsApp pribadinya belum memberikan tanggapan terkait informasi ini.

Informasi yang berhasil dihimpun detikBali, pemanggilan dan pemeriksaan yang akan dilakukan kepada Kapolres Bima ini menyusul adanya demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan pemuda NTB di depan Mabes Polri Jakarta Kamis (19/5) lalu.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta agar Kapolda NTB dan Kapolres Bima dicopot dari jabatannya karena diduga melakukan persekusi dan kriminalisasi terhadap 10 mahasiswa yang melakukandemontrasi beberapa waktu lalu di Bima, tepatnya di Kecamatan Monta Kabupaten Bima.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 10 mahasiswa Kecamatan Monta Bima, diamankan oleh petugas gabungan TNI Polri ketika melakukan demontrasi hingga pemblokiran jalan selama 4 hari, yakni mulai Senin 9-13 Mei 2022. Mereka diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut.

Aksi tersebut digelar mahasiswa yang menamai diri mereka Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Kecamatan Monta Menggugat (Amanat) itu untuk menuntut perbaikan infrastruktur jalan di Wilayah Monta Selatan. Mahasiswa juga meminta perwakilan pemerintah Bima hadir langsung di tengah-tengah mereka.

Para Mahasiswa diamankan setelah petugas melakukan pembukaan paksa jalan yang diblokir pada Kamis (13/5). Saat itu, para mahasiswa sempat melawan petugas.

Tak hanya itu, petugas menganggap aksi yang dilakukan itu mengakibatkan lalu lintas macet total dan mengganggu kegiatan masyarakat, bahkan warga lain akan melakukan aksi perlawanan terhadap mahasiswa.

Setelah sempat ditahan selama satu hari di Mapolres Bima, ke 10 orang mahasiswa itu akhirnya dikirim atau dipindahkan ke ruang tahanan Polda NTB pada Jumat (14/5).



Simak Video "Babak Baru Pelecehan di Gunadarma, Kini Pelaku Lapor soal Dipersekusi"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)