Usai Dilantik, IHGMA NTB Janji Kawal Tarif Hotel Jelang WSBK 2022

Ahmad Viqi - detikBali
Senin, 16 Mei 2022 04:30 WIB
Pelantikan pengurus IHGMA DPD NTB di Senggigi Lombok Barat
Pelantikan pengurus IHGMA DPD NTB di Senggigi Lombok Barat. (Foto: Ahmad Viqi)
Lombok Barat -

Pengurus baru Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD NTB 2022-2025 resmi dilantik di Hotel Merumatta Senggigi Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu malam (14/5/2022) kemarin.

Usai pelantikan, Ketua baru IHGMA NTB Lalu Kusnawan mengaku akan mengawal tarif hotel dan akomodasi serta transportasi jelang event World Superbike yang akan digelar pada bulan November 2022 mendatang di Sirkut Mandalika.

"Jadi kami akan menyarankan seluruh asosiasi hotel, travel agent untuk membuat promosi sebelum dan setelah event usai MotoGP Maret 2022 kemarin," kata Kusnawan kepada detikBali, Sabtu malam (14/5/2022) kemarin.


Menurut Kusnawan melambungnya harga tarif hotel yang naik sampai 3 kali lipat pada event MotoGP di Mandalika Maret 2022 lalu menjadi persoalan utama yang harus diklirkan sebelum event WSBK 2022 nanti.

"Untuk tarif hotel di WSBK nanti, kami pastikan tidak akan terulang di kejadian MotoGP kemarin. Jadi semua hotel yang menjadi anggota IHGMA itu akan berkoordinasi dengan hotel-hotel besar dan travel agent," kata Kusnawan.

Dia mengatakan, semua hotel yang bernaung di bawah IHGMA akan diberikan kuota ini untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga yang dilakukan oleh pihak asosiasi. Baik untuk hotel, travel agent dan masyarakat yang bergerak di jasa transportasi.

"Jadi keluhan kemarin itu melambungnya harga transportasi, akomodasi, hotel dan hiburan waktu MotoGP kesannya sepihak. Ke depan all in atau semuanya harusnya dievaluasi. Baik jasa transportasi, hiburan, maspakai untuk menentukan harga," ujar Kusnawan.

Dia pun meminta agar Pemda NTB dan para asosiasi yang bernaung di IHGMA, bersama pihak Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA), Indonesia Chef Associatoin (ICA), dan asosiasi lainnya untuk tidak mempermainan harga akomodasi yang disinyalir dinaikkan secara ugal-ugalan saat MotoGP 2022.

"Nanti itu jadi tugas bersama. Berapa persen untuk pelaku open trip, travel agent dan pihak hotel, agar tidak sepihak hotel menaikkan hara terlalu tinggi," katanya.

Dia pun mengaku bahwa IHGMA bersama pemerintah NTB dan seluruh asosiasi jasa perhotelan di NTB akan berkoordinasi melakukan kontrol harga jasa akomodasi dan penginapan jelang event WSBK dan MotoGP 2023 mendatang.

Sedangkan, Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi mengaku bahwa okupansi hotel pasca event WSBK 2021 dan MotoGP 2022 kemarin naik sebesar 20 hingga 40 persen.

"Okupansi kita sudah naik signifikan. Harga sudah normal sekitar 75 persen," pungkas Yusron.



Simak Video "Jokowi Harap 300 Homestay di Mandalika Terisi Saat Ada MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)