Pakai 4 Truk, Puluhan Warga Desa Mareje NTB Pulang dari Pengungsian

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 12 Mei 2022 14:23 WIB
Proses pemulangan warga Mareje usai insiden kesalahpahaman yang terjadi pada, Selasa (3/5/2022) lalu. Warga diangkut menggunakan mobil bak terbuka milik Polres Lombok Barat dan BPBD NTB, Kamis (12/5/2022).
Proses pemulangan warga Mareje usai insiden kesalahpahaman yang terjadi pada, Selasa (3/5/2022) lalu. Warga diangkut menggunakan mobil bak terbuka milik Polres Lombok Barat dan BPBD NTB, Kamis (12/5/2022). Foto: Ahmad Viqi/detikBali
Lombok Barat -

Sejumlah 52 warga di Dusun Bangket Dalem Desa Mareje yang sempat diungsikan di kantor Kepolisian Resort Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya dipulangkan oleh Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, didampingi Bupati Lombok Barat H Fauzan, Kamis (12/5/2022) .

Proses pemulangan seluruh pengungsi menggunakan empat truk terbuka milik Polres Lombok Barat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB.

Dalam kesempatan tersebut, Zul berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya di Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat agar tidak ada lagi kejadian kesalahpahaman serupa.


Pasalnya, kata Gubernur, ada sekitar enam rumah warga yang dibakar diduga akibat gesekan-gesekan politik lokal setempat.

"Kita harap tidak terjadi lagi. Kami minta agar pemerintah tetap tinjau," kata Gubernur selepas memulangkan pengungsi.

Dia juga mengaku seluruh jajaran Forkopimda Pemda Lombok Barat dan NTB akan melaksanakan perayaan hari Waisak yang dirangkaikan dengan acara Roah bersama pada, Rabu (18/5/2022) mendatang di Desa Mareje.

"Semua akan berkumpul. Kita harap tidak pernah terjadi lagi kesalahpahaman demi keamanan bersama," ujar Zul.

Selain itu, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid memastikan bahwa seluruh rumah warga yang sempat rusak karena insiden kesalahpahaman di Mareje akan diperbaiki mulai hari ini, Kamis (12/5/2022).

"Perbaikan kita usahakan semuanya. Sudah dirapatkan, hari ini mulai kerja. Pembangunan rumah sudah masuk perencanaan tingkat daerah sudah selesai," kata Fauzan.

Fauzan mengatakan perbaikan rumah warga akan dilakukan secara bertahap. Dia juga mengakui bahwa situasi di Desa Mareje usai insiden pembakaran rumah warga pada 3 Mei 2022 lalu sudah aman terkendali.

"Mareje sudah lama amannya. Yang paling penting ialah menghindari isu-isu yang dibikin oleh orang luar. Kita lebih sibuk bekerja klarifikasi berita hoaks dari pada kenyataannya di lapangan. Masyarakat kita di Mareje ini kan satu keluarga," tegas Fauzan.

Dia pun mengaku bahwa dalam sejarahnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tidak pernah mencatat pernah terjadi konflik di Desa Mareje

"Tidak ada sejarah konflik di sana. Kami meyakini betul ini bukan konflik agama. Apa ya semacam miskomunikasi," kata Fauzan.

Dia juga memandang bahwa, ada banyak isu yang masuk sebelum terjadinya insiden kesalahpahaman di Desa Mareje yang berbuntut kepada dugaan pembakaran rumah warga.

"Macam-macam isunya. Politik masuk. Unsur-unsur luar masuk. Berita hoaks masuk. Akhirnya menimbulkan seperti ini," ungkapnya.

Kedepannya ujar Fauzan bahwa pembangunan fisik di Desa Mareje akan dilakukan secara bertahap. Pihak Kepolisian juga bersama Forkopimda Lombok Barat akan Roah bersama masak (meriap) dengan kedua pihak.

"Nanti dua-duanya akan memasak bersama. Kita ajak semuanya untuk makan lesehan bersama sama pada hari Rabu (18/5/2022) besok," pungkas Fauzan.



Simak Video "NTB Jadi Daerah Pertama di ASEAN yang Gunakan EIE, Gubernur: 'I'm So Happy'"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)