Timor Leste Deportasi Pendeta Asal Sumatera Selatan

Djemi Amnifu - detikBali
Jumat, 22 Apr 2022 08:15 WIB
Ilustrasi Paspor Indonesia
ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Kupang -

Pemerintah Republik Demokrasi Timor Leste (RDTL) kembali mendeportasi seorang warnanegara Indonesia setelah memasuki wilayah tersebut secara ilegal. WNI yang dideportasi adalah Dominggos Baptista (33) beralamat di Jalan Buluran Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

"Pemulangan telah dilaksanakan Kamis (21/4/2022) kemarin oleh petugas Imigrasi Timor Leste kepada petugas Imigrasi TPI PLBN Motaain. Yang bersangkutan diterima langsung di gedung kedatangan TPI PLBN Motaain oleh Asisten SPV Imigrasi TPI PLBN Motaain Jose Pinsu Marshal," kata Kepala Imigrasi Atambua kepada wartawan, Jumat (22/4/2022) dikutip detikBali.

Sebelum dilakukan pemeriksaan jelas Halim, yang bersangkutan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan swab antigen dan dinyatakan negatif Covid-19 oleh pihak Karantina Kesehatan.


Setelah itu barulah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Menurut Halim, yang bersangkutan mengaku sebagai soerang pendeta dan memasuki wilayah negara Timor Leste secara ilegal untuk melayat ayahnya yang meninggal dunia di Timor Leste.

"Yang bersangkutan mengaku pernah memiliki paspor Timor Leste, dan baru tinggal serta menetap di Indonesia pada tahun 2013 lalu," ujarnya.

Namun kata Halim, yang bersangkutan telah memiliki dokumen kependudukan Indonesia berupa KTP dan Kartu Keluarga namun tidak dapat menunjukkan surat bukti telah memperoleh kewarganegaraan (naturalisasi) sebagai WNI.

"Saat ini petugas telah berkoordinasi dengan petugas seksi Inteldakim Atambua untuk dilakukan pemeriksaan secara lebih lanjut mengenai status kewarganegaraan yang bersangkutan," katanya.

Sebelumnya pada Sabtu (16/4/2022), Timor Leste juga mendeportasi seorang warganegara Indonesia. Uniknya, kasus itu disebabkan gegara jeriken minyak.

Peristiwa itu terjadi pada Zakarias Daok Mau, warga Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Zakarias nekat memasuki wilayah Timor Leste secara illegal hanya untuk mengambil jeriken minyak milik saudaranya, Sabtu (16/4/2022).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, KA Halim menjelaskan, pria yang bekerja sebagai sopir truk itu melintas masuk secara ilegal untuk mengambil jeriken minyak milik saudaranya yang berada di Timor Leste atas perintah sang kakak, Melda.

Zakarias mengaku, dia masuk ke Timor Leste sekitar pukul 07.00 WITA. Saat melintas, Zakarias tak membawa dokumen apapun.

"Yang bersangkutan terbukti melewati batas negara Timor Leste, yang diduga oleh petugas Imigrasi Timor Leste akan melintas secara ilegal di sekitar wilayah tersebut," kata Halim kepada wartawan Senin (18/4/2022).



Simak Video "Rileks Sejenak Habiskan Waktu di Ekowisata Mangrove Oesapa"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)