Sudah 14.430 Wisman Berwisata ke Bali Pakai Visa on Arrival

Sui Suadnyana - detikBali
Jumat, 08 Apr 2022 07:48 WIB
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kembali dibuka pasca Hari Raya Nyepi
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (dok. Angkasa Pura I)
Denpasar -

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan visa saat kedatangan atau visa on arrival (VoA) bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali dari 43 negara. Hingga 5 April 2022, sebanyak 14.430 wisatawan mancanegara (wisman) sudah datang ke Bali dengan fasilitas VoA tersebut.

"Sampai saat ini, dari 43 negara yang diberlakukan kebijakan VoA di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sampai tanggal 5 April 2022 sudah ada sebanyak 14.430 orang sudah memanfaatkan pelayanan VoA," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun dalam keterangan tertulis yang dikutip detikBali, Jumat (8/4/2022).

Adapun daftar negara yang dilayani VoA ke Bali yakni Australia, USA, Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, Qatar, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Selandia Baru, Italia, Turki, Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura, Brunei, Vietnam, Laos, Thailand dan Myanmar, Kemudian ada Kamboja, Filipina, Afrika Selatan, Arab Saudi, Argentina, Belgia, Brazil, Denmark, Finlandia, Hungaria, India, Meksiko, Norwegia, Polandia, Seychelles, Spanyol, Swedia, Swiss, Taiwan, Tiongkok, Timor Leste serta Tunisia.


"Biaya VoA hanya Rp 500 ribu per orang, baik orang dewasa maupun anak-anak. VoA berhak untuk satu kali masuk ke Bali atau Indonesia berlaku selama 30 hari dan dapat diperpanjang maksimal 1 kali di kantor imigrasi," jelas Tjok Pemayun.

Tjok Pemayun menilai, sebagai daerah tujuan wisata dunia, Bali sangat dirindukan wisatawan domestik maupun mancanegara. Sebab, Bali tak hanya menyajikan panorama yang indah dengan keramahan masyarakatnya, tetapi juga menyajikan ragam budaya yang bisa dinikmati secara gratis. Pemerintah pun telah membuat kebijakan khusus untuk menarik dan memudahkan minat wisatawan berlibur ke Pulau Seribu Pura, mulai dari VoA, bebas karantina, hingga bebas swab PCR/rapid tes bagi wisatawan domestik.

"Kebijakan itu tak terlepas dari capaian vaksinasi Bali tertinggi di Indonesia. Pulau Surga ini telah terbentuk kekebalan komunal, sehingga aman dan nyaman untuk dikunjungi," terang Tjok Pemayun.

Menurutnya, kebijakan tanpa karantina dan VoA bagi wisatawan internasional disambut sumringrah pelaku pariwisata. Kebijakan itu, diharapkan mampu membangkitkan kembali pariwisata Bali yang terpuruk karena pandemi COVID-19. Selain itu, dengan aturan terbaru, pemerintah juga sudah membuat kelonggaran bagi masuknya wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Wisatawan dibolehkan hanya melakukan PCR 2X24 jam di negara asal sebelum keberangkatan.

"Tidak perlu lagi ada tes PCR di entry point atau kedatangan bandara. Tes PCR hanya untuk mereka yang suhunya lebih dari 37,5 derajat Celcius, dan mereka yang belum vaksin lengkap. Bagi mereka yang belum vaksin lengkap selanjutnya wajib melakukan karantina selama 5X24 jam di hotel yang sudah ditunjuk pemerintah," ungkapnya.

Bagi wisatawan yang belum vaksin lengkap, wajib melewati entry test di hari kedatangan dan exit test hari ke 4. Tes PCR wajib dilakukan saat mereka tiba di Bali, dan pada hari ke 4 setelah berada di Bali.

"Jika hasilnya negatif, maka di hari ke 5 dipersilahkan melanjutkan perjalanan ke luar Bali. Menunggu hasil entry tes di hari kedatangan bisa di bandara maupun boleh di hotel atas biaya sendiri, kecuali WNI," imbuhnya.

Tjok Pemayun menambahkan, wisatawan yang datang sudah divaksin dua kali, diwajibkan mengunduh dan masuk dalam aplikasi PeduliLindungi. Setiba di bandara petugas akan membantu wisatawan mengintegrasikan data ke dalam aplikasi tersebut.

Terkait asuransi perjalanan dengan pertanggungan COVID-19 bagi wisatawan, Tjok Pemayun menjelaskan, bahwa hal itu dapat di-booking terlebih dahulu. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi jika saat di-swab hasilnya positif COVID-19.

"Swab positif, dan jika tidak ada atau hanya gejala yang sangat ringan maka diharuskan menjalani isolasi 5 hari di hotel isolasi khusus," terangnya. Pembiayaan bagi mereka yang positif COVID-19 akan ditanggung oleh asuransi tersebut atau atas biaya sendiri. Pada hari ke-4, jika tamu dinyatakan negatif, mereka dapat melanjutkan rencana in perjalanan pada hari ke-5.

"Mereka (wisatawan) internasional harus mengikuti protokol kesehatan dengan ketat," tegasnya.



Simak Video "Menikmati Wisata Healing Sambil Sunsetan di Atas Kapal Pesiar Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)